Demokrat Tantang Ketua KPK Buka Dugaan Korupsi Proyek di Kejaksaan
Jakarta Partai Demokrat (PD) meminta kasus dugaan penyimpangan proyek Adhyaksa Center di Kejagung dibuka. Tujuannya agar kasus lebih terang, apakah benar ada mark-up dalam proyek senilai Rp 560 miliar yang disebut-sebut menyeret politisi Golkar tersebut.
"Kami merindukan kembali gaya cengengesan ketua KPK Abraham Samad saat mengumumkan yang berinisial AS sebagai tersangka kasus suap Wisma Atlet, untuk kembali sambil cengengesan mengumumkan AS lainnya sebagai tersangka Adhyaksa Center. Pertanyaannya punya nyali nggak?" kata Ketua DPP PD Gede Pasek dalam pernyataannya, Kamis (15/3/2012).
Pasek meminta Samad berlaku adil dalam penuntasan kasus korupsi. Selama ini Samad selalu diidentikkan sebagai seorang yang berani dan lantang menuntaskan pemberantasan korupsi.
"Proyek Adhyaksa Center itu nilainya 2,5 kali lipat wisma atlet. Yang diduga terlibat pimpinan Komisi III," jelas Pasek.
Jangan sampai kemudian muncul anggapan Samad hanya menjadi alat kepentingan dari kelompok tertentu. "Kader dan simpatisan Partai Demokrat merindukan adanya perlakuan yang adil dalam penanganan kasus korupsi," jelasnya.
Sebelumnya politisi Golkar Aziz Syamsuddin yang disebut-sebut terkait dalam proyek ini sudah membantah dirinya terlibat. Aziz menjelaskan semua partai ikut tanda tangan soal proyek itu, baik PKB, Gerindra, dan juga Demokrat.
"Rapat itu tim anggaran Komisi III dengan jaksa muda kejaksaan. Jadi enggak mungkin saya sendiri," terang Aziz, Rabu (14/3).
Sebelumnya Wakil Jaksa Agung Darmono mempersilakan untuk membuka kasus proyek itu bila ada dugaan penyimpangan. Kejagung bersikap terbuka. Sementara Nazaruddin usai persidangan Senin (12/3) saat ditanya soal kasus ini mengaku tidak tahu.
(ndr/nvt)
Sumber :news.detik.com
"Kami merindukan kembali gaya cengengesan ketua KPK Abraham Samad saat mengumumkan yang berinisial AS sebagai tersangka kasus suap Wisma Atlet, untuk kembali sambil cengengesan mengumumkan AS lainnya sebagai tersangka Adhyaksa Center. Pertanyaannya punya nyali nggak?" kata Ketua DPP PD Gede Pasek dalam pernyataannya, Kamis (15/3/2012).
Pasek meminta Samad berlaku adil dalam penuntasan kasus korupsi. Selama ini Samad selalu diidentikkan sebagai seorang yang berani dan lantang menuntaskan pemberantasan korupsi.
"Proyek Adhyaksa Center itu nilainya 2,5 kali lipat wisma atlet. Yang diduga terlibat pimpinan Komisi III," jelas Pasek.
Jangan sampai kemudian muncul anggapan Samad hanya menjadi alat kepentingan dari kelompok tertentu. "Kader dan simpatisan Partai Demokrat merindukan adanya perlakuan yang adil dalam penanganan kasus korupsi," jelasnya.
Sebelumnya politisi Golkar Aziz Syamsuddin yang disebut-sebut terkait dalam proyek ini sudah membantah dirinya terlibat. Aziz menjelaskan semua partai ikut tanda tangan soal proyek itu, baik PKB, Gerindra, dan juga Demokrat.
"Rapat itu tim anggaran Komisi III dengan jaksa muda kejaksaan. Jadi enggak mungkin saya sendiri," terang Aziz, Rabu (14/3).
Sebelumnya Wakil Jaksa Agung Darmono mempersilakan untuk membuka kasus proyek itu bila ada dugaan penyimpangan. Kejagung bersikap terbuka. Sementara Nazaruddin usai persidangan Senin (12/3) saat ditanya soal kasus ini mengaku tidak tahu.
(ndr/nvt)
Sumber :news.detik.com
Tidak ada komentar
Posting Komentar