Capres Mursi; Perempuan Andil Besar dalam Proyek Kebangkitan Mesir
Kairo, Dr. Muhammad Mursi, capres revolusi yang maju pada putaran kedua pilpres Mesir menyatakan di depan para tokoh dan organisasi perempuan Mesir bahwa saya siap menjadikan salah satu pembantu saya nanti dari kalangan perempuan, agar mereka turut serta dalam lingkaran eksekutif, karena perempuan andil besar dalam ‘proyek kebangkitan’.
Beliau mengapresiasi kaum perempuan yang berhasil dalam mengangkat kesulitan dan beban hidup di keluarga Mesir dan ini merupakan langkah awal nyata bagi kemajuan Mesir.
Beliau menambahkan bahwa perempuan lazimnya seperti warga negara Mesir lainnya, mereka mempunyai hak-hak yang sama dengan laki-laki sebagaimana kewajibannya juga. Mereka menjadi ibu rumah tangga, atau dosen, pengacara, direktur perusahaan dan lainnya, mereka adalah warga negara yang dilindungi secara undang-undang, nyata dalam realitas dan Islam pun mengakuinya.
Beliau memaparkan data bahwa 50% orang yang meraih gelar Doktor adalah perempuan, mayoritas peneliti di tempat-tempat penelitian adalah perempuan. Perempuan Mesir hadir diberbagai bidang kerja yang ada, meskipun mendapatkan diskriminasi dari penguasa sebelumnya.
Perempuan mampu menyelesaikan permasalahan banyak, seperti single parent yang mencapai angka 5 juta perempuan, permasalahan keterlambatan nikah, ada 4 juta perempuan di Mesir yang terlambat menikah. Beliau menegaskan bahwa dirinya mempunyai program ketahanan masyarakat dan menyelesaikan permasalan perempuan seperti di atas dan agar kaum perempuan memiliki peran yang besar dalam membangun masyarakat.
Beliau juga menjawab tuduhan bahwa loyalitas dirinya hanya untuk kelompoknya, maka beliau menegaskan bahwa loyalitas saya ketika saya nanti menjadi presiden adalah untuk rakyat yang telah memilih saya, bukan untuk Hizbul Hurriyah wal ‘Adalah atau Jamaah Ikhwanul Muslimin. Beliau menyindir pemerintahan lalu yang hanya mewadahi kaum perempuan dalam satu wadah saja, beliau mengatakan; tidak cukup hanya dengan satu organisasi yang menggawangi perempuan seperti sekarang ini, oleh karena itu saya akan bekerja untuk membangun ketahanan masyarakat bagi perempuan dengan cara menyertakan organisasi-organisasi swasta yang ada di tengah-tengah masyarakat dan memberdayakan mereka untuk membangun masyarakat terutama kaum perempuan secara bersama-sama.
Beliau juga mengapresiasi kaum perempuan yang turut serta secara massif dalam pilpres putaran pertama juga pemilu legislatif, sebagaimana juga mereka keluar rumah untuk mendukung revolusi 25 Januari 2011 lalu, mereka berkontribusi besar dalam gerakan tersebut. Saya ingin menjawab tuduhan sebagian orang yang mengatakan bahwa perempuan Mesir ‘bodoh’, ini tidak benar karena sepanjang sejarah revolusi dan pemilu meraka turut andil besar mensukseskannya. [io]
source:al-ikhwan.net

Tidak ada komentar
Posting Komentar