Kredit Sektor Pertanian di Sulut Capai Rp 573,96 Miliar
![]() |
| Ilustrasi |
LamHaba_Manado – Kredit perbankan ke sektor pertanian di Provinsi Sulawesi Utara meningkat hingga 90 persen pada semester pertama 2012. “Posisi per Juni 2012, kredit sektor pertanian mencapai Rp573,96 miliar, meningkat 90 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya Rp302,07 miliar,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut Suhaedi, Sabtu (28/7).
Suhaedi mengatakan, peningkatan penyaluran kredit perbankan Sulut ke sektor pertanian, karena bank di daerah ini semakin memandang pertanian sebagai salah satu potensi yang perlu dikembangkan. “Perhatian perbankan tersebut terlihat dari pangsa kredit pertanian yang terus meningkat, kalau tahun lalu hanya sekitar 2,1 persen, pangsa tahun ini naik menjadi 3,28 persen,” kata Suhaedi.
BI menginginkan bank yang beroperasi di daerah ini tetap memberi porsi besar kepada sektor pertanian. Karena dampaknya secara langsung dapat mendorong peningkatan ketahanan pangan daerah. Selain menunjukkan pertumbuhan yang besar, kata Suhaedi, kredit pertanian semakin berkualitas, terlihat pada rasio kredit bermasalah atau “non performing loan” (NPL) mengalami penurunan tajam. “Akhir semester tahun 2011 lalu, NPL kredit pertanian masih memprihatinkan karena berada di atas batas BI lima persen, yakni sebesar 6,59 persen, tetapi tahun ini turun ke posisi 4,48 persen,” kata Suhaedi.
Penurunan NPL kredit pertanian berada pada kisaran yang wajar tersebut, pertanda petani Sulut semakin menyadari kewajibannya mengembalikan kreditnya tepat waktu. “Yang diharapkan perbankan mendorong peningkatan kredit, tetapi di sisi lain petani juga harus menyadari bahwa dana tersebut merupakan pinjaman yang harus dikembalikan, dengan pengembalian yang baik, bank akan termotivasi melakukan ekspansi ke pertanian,” kata Asisten Direktur BI Provinsi Sulut Eko Siswantoro

Tidak ada komentar
Posting Komentar