19 SANTRI KERACUNAN AKIBAT’ DISEMPROT LALAT
![]() |
| Ilustrasi/blogspot.com |
Aceh Utara (Suara Komunitas): Setelah dilakukan penyemprotan lalat oleh petugas kesehatan dari Puskemas Muara Batu, Aceh Utara, Jumat (14/9), sebanyak 19 santri perempuan Dayah Darul Ma’arif, Cot Trueng kecamatan setempat keracunan. Mulai malam itu hingga Sabtu pukul 14:00, santri masih dirujuk ke Puskesmas.
Pantauan suara komunitas, dari 19 santri ini, 10 diantaranya dirawat di Puskesmas Muara Batu, Aceh Utara dan selebihnya di Puskesmas Gandapura, Bireuen. Perawatan terpisah tersebut, kata petugas puskesmas karena tidak muat pada tempat. Namun, kondisi sebagian korban sudah membaik dan dibolehkan pulang ke pasantren.
Salah satu santri, Ismayani, 24, mengatakan, petugas kesehatan melakukan penyemprotan lalat di pekarangan pasantren pada hari Jumat sekitar pukul 10:00. Setelah beberapa saat penyemprotan, bau racun sangat menyengat. Namun, kondisi santri masih stabil atau tidak terpengaruh apa-apa akibat racun serangga tersebut.
Mulai malam itu, tiga santri termasuk Ismayani mengalami mual-mual, kemudian muntah dan pening. Ketiga santri ini dirujuk ke Puskesmas Muara Batu untuk perawatan, setelah itu Ismayani dapat kabar, ada lagi santri dirujuk ke Puskesmas sampai 20 orang, mulai pukul 09:00 hingga pukul 14:00 hari Sabtu. Penyebabnya juga sama seperti dialami dirinya.
Ismayani santri asal Matang Glumpang Dua, Bireuen itu menyebutkan teman-temannya yang menjadi korban, seperti Rukiyah, 16, Rizani, 13, Sri Wahyuni, 16, Ardila, 17, Mulyani, 16, Irna, 13, Idawati, 18, Nuraini, 18 dan Marlina, 19. Jumlah 10 Santri ini dirawat di Puskesmas Muara Batu.
Selanjutnya Sembilan santri di Puskesmas Gandapura, seperti Mulayana, 20, Mirza Phonna, 18, Nurlaila, 21, Rauzatul Jannah, 20, Maisarah, 16, Maryani, 19, Zaulbahrani, Yusnidar dan Ratna. Namun, sebagian santri ini sudah ada yang temani oleh orang tuanya.
Kepala Puskesmas Muara Batu Iskandar mengatakan, kejadian ini betul berawal dari penyemprotan lalat di pasantren tersebut. Tapi kepastian keracunan santri ini berakibat dari racun ini belum dipastikan. Namun, pihak petugas sebelum menyemprot sudah memberitahukan kepada santri akan ada penyemprotan. Begitu juga, barang-barang santri seperti tempat makanan dan pakaian agar dicuci setelah penyemprotan.
“Saya prediksi, santri-santri perempuan ini tidak menyuci tempat makan atau pakaian setelah penyemprotan. Buktinya santri laki-laki tidak terjadi apa-apa. Tapi, racun ini tidak terlalu membahayakan, karena sebelumnya program kesehatan lingkungan ini, pernah kami lakukanya di tempat lain seperti di pasar,” ucapnya.
saiful

Tidak ada komentar
Posting Komentar