Aplikasi Smartphone untuk Penderita Asma
![]() |
| Aplikasi Smartphone untuk Penderita Asma /aquila-style.com |
SpiroSmart berfungsi untuk memonitor fungsi paru-paru dengan meniupkan nafas ke dalam perangkat smartphone.
Jika Anda menderita asma atau masalah paru-paru lainnya, aplikasi baru ini mungkin menawarkan cara yang cepat dan akurat untuk memantau kesehatan Anda tanpa harus melakukan pemeriksaan awal ke dokter.
Aplikasi yang diberi nama SpiroSmart ini dikembangkan oleh para peneliti di University of Washington, Seattle, Amerika Serikat, yang berfungsi untuk memonitor fungsi paru-paru dengan meniupkan nafas ke dalam perangkat smartphone.
Menurut makalah yang disajikan di depan Asosiasi Konferensi Internasional Komputasi Mesin, menunjukkan hasil uji klinis yang cukup baik pada perangkat tersebut.
"Ada kebutuhan besar di kalangan masyarakat penderita penyakit asma dan paru untuk membuat pengujian lebih murah dan lebih nyaman," kata Shwetak Patel, pemimpin penelitian tersebut.
Para ilmuwan mengatakan, hadirnya aplikasi smartphone ini dapat mengukur fungsi paru-paru, tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk melakukan tes medial awal dengan menemui dokter.
"Sebelumnya, alat glucometers portabel telah merubah secara dramatis pemantauan glukosa dan meningkatkan kualitas hidup bagi penderita diabetes," kata Patel.
"Kami berharap dapat melakukan hal yang sama untuk kalangan penderita gangguan paru," tambahnya.
Sekarang ini, kalangan peneliti tengah mengajukan surat kepada badan makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) untuk mendapatkan ijin persetujuan.
Jika Anda menderita asma atau masalah paru-paru lainnya, aplikasi baru ini mungkin menawarkan cara yang cepat dan akurat untuk memantau kesehatan Anda tanpa harus melakukan pemeriksaan awal ke dokter.
Aplikasi yang diberi nama SpiroSmart ini dikembangkan oleh para peneliti di University of Washington, Seattle, Amerika Serikat, yang berfungsi untuk memonitor fungsi paru-paru dengan meniupkan nafas ke dalam perangkat smartphone.
Menurut makalah yang disajikan di depan Asosiasi Konferensi Internasional Komputasi Mesin, menunjukkan hasil uji klinis yang cukup baik pada perangkat tersebut.
"Ada kebutuhan besar di kalangan masyarakat penderita penyakit asma dan paru untuk membuat pengujian lebih murah dan lebih nyaman," kata Shwetak Patel, pemimpin penelitian tersebut.
Para ilmuwan mengatakan, hadirnya aplikasi smartphone ini dapat mengukur fungsi paru-paru, tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk melakukan tes medial awal dengan menemui dokter.
"Sebelumnya, alat glucometers portabel telah merubah secara dramatis pemantauan glukosa dan meningkatkan kualitas hidup bagi penderita diabetes," kata Patel.
"Kami berharap dapat melakukan hal yang sama untuk kalangan penderita gangguan paru," tambahnya.
Sekarang ini, kalangan peneliti tengah mengajukan surat kepada badan makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) untuk mendapatkan ijin persetujuan.
Sumber:beritasatu.com

Tidak ada komentar
Posting Komentar