HabaJakarta_Pada akhirnya pencitraan yang dilakukan oleh Timses Jokowi Ahok dalam pilkada DKI Jakarta merupakan bentuk pengabdian dimentahkan oleh Jokowi sendiri.
Bila dimana-mana Jokowi Ahok mengumbar pesona bahwa dirinya maju di pilkada DKI untuk pengabdian, namun ternyata direvisi sendiri oleh Jokowi bahwa tujuan utama ikut pilkada DKI Jakarta adalah untuk meraih karir.
Peryataan sikap bahwa ambisi karir yang menjadi tujuan utama disampaikan Jokowi dalam acara debat Cagub DKI Jakarta yang disiarkan MetroTV, ahad (16/9). "saya kan tidak ingin karir saya mentok di solo saja" demikian jawaban Jokowi saat ditanya Fauzi Bowo.
Jawaban Jokowi ini menjadi antiklimaks perjuangan media pencitraan yang selama ini dilakukan, disisi lain secara sepintas nampak terlihat juga raut muka kekecewaan pada Eep Syaifullah Fatah yang merupakan konsultan politik Jokowi Ahok.
Sebelumnya PKS sempat menawarkan dukungan kepada kubu Jokowi asalkan Jokowi mau terikat dengan kontrak politik mengenai komitmennya untuk memimpin Jakarta hingga 5 tahun. Tapi Jokowi menolak hingga PKS mau tidak mau memberi dukungannya pada Foke.
Bila mengikuti alur logika karir politik, jabatan yang lebih tinggi dari Walikota adalah Gubernur. Dan jabatan yang lebih tinggi dari Gubernur adalah Presiden atau setidaknya Wakil Presiden. Ini seperti menguatkan kabar bahwa posisi Gubernur adalah batu loncatan bagi Jokowi, dan telah menanti Prabowo yang ingin menggandeng Jokowi dalam proses pencalonan Presiden.
Tidak ada komentar
Posting Komentar