Massa Berjumlah 300 Orang Rusak Perkantoran Freeport
![]() |
|
Tambang PT Freeport/antaranews.com
|
JAKARTA -- Massa berjumlah sekitar 300 orang warga masyarakat merusak
berbagai fasilitas perkantoran PT Freeport di Kuala Kencana, Timika,
Kabupaten Mimika, Papua. Insiden terjadi pada Jumat siang.
Data yang dihimpun Antara mengungkapkan insiden berawal dari
pertemuan antara massa kerabat almarhum David Beanal (seorang manager
di PT Freeport) dengan managemen PT Freeport. Pertemuan terkait kematian
David Beanal di RS Harapan Kita, Jakarta, pada 19 September.
Dalam pertemuan di Kuala Kencana tersebut, massa menuntut kehadiran
Direktur Utama PT Freeport. Namun, bukan dirut Freeport yang hadir
sehingga membuat salah seorang anak almarhum keluar ruangan. Dia berlari
ke arah perkantoran (OB 1 dan 2) sambil mengucapkan bahasa daerah.
Tak lama kemudian, massa yang ada di ruang pertemuan itu ikut keluar.
Mereka melakukan perusakan gedung perkantoran di kawasan itu.
Selain itu, massa kemudian merusak kendaraan baik roda dua maupun
empat yang diparkir di halaman kantor. Mereka merusaknya dengan
menggunakan batu dan besi.
Massa juga berupaya membakar salah satu ruangan di OB 1. Namun, api tidak meluas ke ruangan lain karena berhasil dipadamkan.
Aksi massa tersebut membuat para karyawan ketakutan dan berupaya
menyelamatkan diri. Dari data yang berhasil dihimpun, terungkap dua
mobil dibakar, 40 unit mobil rusak berat, dan 12 sepeda motor rusak
berat.
Juru bicara PT Freeport, Ramdani, dalam pesan singkatnya (SMS)
mengakui telah terjadi keributan di wilayah kerja PT Freeport di Kuala
Kencana Timika. Keributan terjadi saat berlangsungnya acara doa bersama
untuk staf senior PT Freeport yang meninggal di Jakarta akibat penyakit
yang dideritanya.
Managemen PT Freeport Indonesia menyatakan prihatin atas situasi ini.
Mereka berjanji akan terus mendampingi keluarga almarhum serta
memastikan keselamatan karyawan dan keluarga.
Pihak keamanan sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi.
David Beanal meninggal akibat penyakit meningitis yang dideritanya.
Demikian SMS dari juru bicara PT Freeport, Ramdani.
sumber :republika.co.id

Tidak ada komentar
Posting Komentar