Jokowi Tidak ada Program 100 hari
Joko
Widodo (Jokowi) dan Basuki Cahya Purnama (Ahok) telah resmi menjadi
Gubernur DKI Jakarta sejak dilantik Senin siang (15/10). Namun ada yang
berbeda dengan apa yang diucapkanya selama kampanye dan debat, yakni
mengenai Program 100 hari memimpin DKI Jakarta. Jokowi mengatakan bahwa
tak membuat program 100 hari kerja pertamanya.
Tidak adanya program 100 hari ini oleh sebagian pengamat patut dipertanyakan, mengingat publik Jakarta ingin segera melihat hasil kinerjanya tanpa perlu waktu lama. Waktu 100 hari dan program unggulan sejatinya dapat menjadi parameter penilaian publik tentang keseriusan pasangan ini menjalankan program sesuai dengan apa yang telah dikampanyekan selama ini.
"Nggak
ada (program) 100 hari-100 harian. Pokoknya cepat kerja cepat
selesaikan. Itu bukan budaya kita. Saya ingin kerja cepat dan segera
selesaikan," demikian jawaban diplomatis Jokowi dalam konferensi pers usai rapat singkat dengan
kepala-kepala dinas Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Jl Medan
Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2012).
Tidak adanya program 100 hari ini oleh sebagian pengamat patut dipertanyakan, mengingat publik Jakarta ingin segera melihat hasil kinerjanya tanpa perlu waktu lama. Waktu 100 hari dan program unggulan sejatinya dapat menjadi parameter penilaian publik tentang keseriusan pasangan ini menjalankan program sesuai dengan apa yang telah dikampanyekan selama ini.
Selain
tidak adanya program 100 hari, Jokowi juga mengatakan bahwa menangani
Jakarta tidak semudah membalikan telapak tangan, apalagi bila membahas
soal banjir. Ungkapan ini sangat berbeda dengan apa yang disampaikanya
selama kampanye bahwa problem banjir sangat mudah diselesaikan dalam
waktu dekat.
Jokowi
juga memaparkan argumen yang sejatinya tidak pantas disampaikan seorang
gubernur, yakni dengan membenturkan masalah banjir dengan musim hujan
yang akan segera tiba. Lagi-lagi ungkapan ini berbeda jauh dengan apa
yang dijanjikan kepada publik DKI saat melakukan kampanye dengan menebar
janji surga bahwa banjir sangat mudah solusinya.
Semoga
tidak ada program 100 hari dan mulai munculnya kegamangan mengatasi
banjir dalam diri Jokowi ini bukan karena pasangan ini yang belum siap
100% mengurusi Jakarta dengan berbagai problematikanya.
Sumber;islamedia.web.id
Tidak ada komentar
Posting Komentar