Breaking News

KAMMI Desak Usut Tuntas Kasus Beasiswa Unsyiah

Aksi KAMMI di Unsyiah/analisa
Banda Aceh_Pengurus Komisariat (PK) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh melakukan aksi di Simpang Galon Darussalam, Jumat (12/10), mendesak penegak hukum mengusut tuntas kasus korupsi beasiswa di Unsyiah.
Koordinator aksi, Dedi Pratama, mengatakan, korupsi dana bantuan Pemerintah Aceh melalui program Jalur Pengembangan Daerah (JPD) yang bersumber dari APBA 2009-2010 senilai Rp 17,6 miliar diduga terjadi pada 2010.

"Setelah beberapa tahun Unsyiah dikejutkan dengan akreditasi C, kini mata publik terperangah dengan kasus terbaru. Tidak tanggung-tanggung, kali ini para penguasa di kampus kebanggaan masyarakat Aceh tersebut diduga menggelapkan uang bantuan untuk beasiswa Unsyiah," ujarnya

Dikatakan, imbas dari dugaan korupsi tersebut, banyak beasiswa mahasiswa terlambat diterima. Kondisi ini sangat menyedihkan bagi universitas ini, apalagi disandingkan dengan akreditasi yang rendah.

Mahasiswa pengunjukrasa mendesak kejaksaan dan kepolisian agar serius dan fokus mengusut kasus korupsi ini dengan segera menetapkan tersangka dalam waktu dekat sehingga kasus itu menjadi terang dan jelas.

Apabila dalam waktu dekat belum ditetapkan tersangka, maka KAMMI bersama mahasiswa Unsyiah akan melaporkan kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar dapat ditangani sampai tuntas.

Di samping berorasi di sisi jalan seputaran kampus Unsyiah, mereka juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap kasus itu dan membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘Usut Tuntas Kasus Korupsi Unsyiah’.

Aksi tanpa kawalan petugas itu dimulai sepanjang pukul 10.30-11.00 WIB itu berjalan tertib. Tampak mahasiswa lain yang melintas mengamati dan menyaksikan orasi para aktivis KAMMI itu, namun enggan mendekat.

Tidak ada komentar