Israel Sengaja Targetkan Wartawan di Gaza
![]() |
| Lihat sikap Tentara Israel terhadap Wartawan |
Federasi Wartawan Internasional (IFJ)
menuduh Israel melancarkan perang terhadap wartawan di Gaza yang
mengakibatkan terbunuhnya tiga wartawan, menurut sebuah pernyataan yang
diterbitkan di situs resminya, Rabu (21/11).
Serangan udara Israel pada hari Selasa (20/11) terhadap sebuah
mobil telah membunuh dua juru kamera al-Aqsa TV, Hossam Mohamed Salamah
(30 tahun) dan Mahmoud Ali Al-Komi (30 tahun). Serangan kedua membunuh
seorang direktur Program Al-Quds TV, Mohammed Mousa Abu Eisha (24
tahun), ketika pesawat tempur Israel membom mobilnya di kota Deir
al-Balah.
Pada hari yang sama, Israel menargetkan Komplek kementerian di
daerah Abu Khadra, Gaza City. Enam roket telah ditembakkan, salah
satunya menargetkan menara Alja dekat kantor Al -Jazeera, menyebabkan
kerusakan bangunan yang besar.
Mereka juga membombardir, Menara Nea'meh yang terletak di Jalan
Al Wahda di lingkungan Alrimal, yang juga menyebabkan kerusakan serius
pada kantor Kantor Berita Perancis (APF) yang terletak di menara
tersebut. Kondisi itu, menyebabkan sebagian besar kantor pers di Gaza
kosong, sedangkan wartawan bekerja di jalan dan di tempat-tempat lain.
Menurut fotografer Associated Press, Khaled Alashqar, pecahan
rudal menembus gedung perkantoran yang terletak di lantai sebelas
Menara Nea'meh, memecahkan kaca, panel dan merusak beberapa peralatan.
Koresponden Al-Hurra Wisam Yassin, yang berada di kantor pada saat itu,
menderita syok.
Presiden IFJ Jim Boumelha mengatakan, serangan mematikan
terhadap wartawan "merupakan bukti nyata bahwa militer Israel telah
menyatakan perang terhadap wartawan di Gaza."
"Tidak akan ada lagi alasan dari Angkatan Militer Udara Israel bahwa hal itu untuk menargetkan komunikasi musuh," kata Boumelha. "Tentara mengklaim serangannya adalah operasi akurat, pasti sudah tahu ada wartawan di dalam mobil ini dan harus bertanggung jawab untuk apa yang tampaknya merupakan kejahatan perang itu," katanya.
"Tidak akan ada lagi alasan dari Angkatan Militer Udara Israel bahwa hal itu untuk menargetkan komunikasi musuh," kata Boumelha. "Tentara mengklaim serangannya adalah operasi akurat, pasti sudah tahu ada wartawan di dalam mobil ini dan harus bertanggung jawab untuk apa yang tampaknya merupakan kejahatan perang itu," katanya.
"Intimidasi terhadap wartawan telah berubah menjadi perang
terbuka melalui praktek pasukan pertahanan Israel menembak lebih dahulu
dan baru kemudian memperingatkan," tambah Boumelha.
"Hal Ini sangat nekat dan tidak bertanggung jawab dan kami mendesak masyarakat dunia untuk menyelidiki adanya potensi pelanggaran hukum kemanusiaan internasional," tambahnya.
IFJ mengkaji opsi untuk sebuah misi yang mendesak pemerintah Jalur Gaza untuk menyelidiki penargetan dan pembunuhan para wartawan.
"Hal Ini sangat nekat dan tidak bertanggung jawab dan kami mendesak masyarakat dunia untuk menyelidiki adanya potensi pelanggaran hukum kemanusiaan internasional," tambahnya.
IFJ mengkaji opsi untuk sebuah misi yang mendesak pemerintah Jalur Gaza untuk menyelidiki penargetan dan pembunuhan para wartawan.
Sementara itu, wartawan yang mewakili 14 gabungan perusahaan dan
asosiasi media di dunia Arab juga mengecam keras serangan Israel di
Jalur Gaza dan penargetan sengaja para wartawan dan staf media, menurut
situs IFJ.
Serangan Israel selama delapan hari itu juga telah melukai sembilan wartawan.
Lima rudal menghancurkan lantai 11 kantor yang digunakan oleh Al-Quds TV. Stasiun itu mengatakan enam wartawan terluka, empat di antaranya karyawan Al-Quds - Darwish Bulbul, Khadar Al-Zahar, Muhammad al-Akhras dan Hazem al-Da'our. Dua lainnya diidentifikasi sebagai Hussein Al-Madhoun, seorang fotografer freelance yang bekerja untuk kantor berita Ma'an, dan Ibrahim Labed, reporter kantor berita Palestina SAFA. Kondisi Zahar digambarkan kritis setelah salah satu kakinya harus diamputasi.
Sekitar pukul 07:00 pagi, pada hari yang sama, tiga karyawan Al-Aqsa TV luka berat ketika dua rudal ditembakkan ke gedung Al-Shourouk, juga dikenal sebagai "bangunan wartawan '." Seorang juru bicara untuk Pasukan Pertahanan Israel pada akun Twitternya mengklaim bahwa serangan udara menargetkan pusat komunikasi Hamas.
Di antara media lokal dan internasional yang kantornya rusak akibat rudal Israel adalah Sky News Arabia, stasiun televisi Jerman ARD, stasiun TV MBC Arab, Abu Dhabi TV, Al-Arabiya, Reuters, Russia Today dan kantor berita Ma'an.
sumber : mirajnews.com

Tidak ada komentar
Posting Komentar