PKS dan PDIP Adu Kekuatan Pemilihan Calon Gubernur Jawa Barat
Jawa Barat – Pilkada Jawa Barat telah memunculkan sejumlah nama calon gubernur yang diusung partai besar. Sebut saja PKS yang mendukung Ahmad Heryawan, Demokrat dengan Dede Yusuf, Golkar yang mengusung MS Irianto Syafiuddin atau Yance, dan PDI Perjuangan dengan calon Rieke Dyah Pitaloka.
![]() |
| Tempat Pendaftaran Calon Gubernur Jabar |
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan, batas waktu pendaftaran bakal
calon gubernur-calon wakil gubernur Jawa Barat hingga Sabtu, 10
November 2012. Namun hingga Kamis kemarin, baru ada satu pasangan calon
yang mendaftar. Itu pun dari jalur independen, yaitu mantan Kapolda
Sumatera Selatan Dikdik Mulyana Arief Mansyur yang maju berpasangan
dengan Cecep Nana Suryana Toyib. KPU Jawa Barat telah memprediksi
pendaftaran baru akan ramai di detik-detik terakhir.
Berikut peta kekuatan masing-masing calon gubernur Jawa Barat:
Rieke-Teten
Berikut peta kekuatan masing-masing calon gubernur Jawa Barat:
Rieke-Teten
PDI-P resmi memutuskan mencalonkan pasangan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki sebagai
calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat. Keputusan itu
diambil setelah pasangan tersebut langsung mendapat restu dari Ketua
Umum PDI-P, Rabu (7/11/2012) malam. Pasangan ini diharapkan mampu
menarik banyak suara dari rakyat Jawa Barat.
Rieke-Teten dijadwalkan mendaftar ke KPU Jawa Barat di hari terakhir
pendaftaran, Sabtu, 10 November 2012. Rieke-Teten pertama kali bertatap
muka untuk membahas "perkawinan politik" mereka di Pilkada Jawa Barat
pada 19 Oktober 2012 lalu, di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Mereka
dipertemukan oleh Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin. Dalam
pertemuan itu, Teten menegaskan siap diusung oleh PDI Perjuangan dalam
Pilkada Jabar. Ia tak masalah hendak dijadikan calon gubernur atau calon
wakil gubernur.
Teten sesungguhnya diincar oleh banyak partai, tak hanya PDIP. Terhitung setidaknya Gerindra dan Golkar juga ingin meminangnya. Namun, Sekjen Transparency International Indonesia (TII) dan pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW) itu sejak awal merasa lebih cocok dengan PDI Perjuangan.
Ahmad Heryawan – Dedy Mizwar
Aher--demikian ia disapa--merupakan calon gubernur Jawa Barat yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Teten sesungguhnya diincar oleh banyak partai, tak hanya PDIP. Terhitung setidaknya Gerindra dan Golkar juga ingin meminangnya. Namun, Sekjen Transparency International Indonesia (TII) dan pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW) itu sejak awal merasa lebih cocok dengan PDI Perjuangan.
Ahmad Heryawan – Dedy Mizwar
Aher--demikian ia disapa--merupakan calon gubernur Jawa Barat yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Kepada wartawan, Aher akhirnya meminang Dedy Mizwar sebagai calon
Wakil Gubernur Jawa Barat untuk mendampingi Ahmad Heryawan dalam
Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013.
PKS pun memutuskan untuk berkoalisi untuk mencukupi kuota suara.
PKS pun memutuskan untuk berkoalisi untuk mencukupi kuota suara.
Kamis, 8 November 2012, PKS mendapat tambahan amunisi untuk bertarung
di Pilkada Jabar. Itu karena PPP, PBB dan Partai Hanura resmi
menggabungkan diri di barisan pendukung Aher.
Selain alasan komitmen, ideologi partai yang sama-sama Islam menjadi
faktor pendukung penting PPP memilih berkoalisi dengan PKS. Sementara
Partai Hanura berharap partai-partai lainnya juga mau bergabung di
barisan Aher.
Jumlah kursi PKS di DPRD Jawa Barat hanya 14 kursi. Untuk memajukan
pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, parpol atau
gabungan parpol harus memiliki setidaknya 15 kursi.
PKS menyerahkan rencana pendaftaran Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar
kepada pengurus provinsi. Rencananya, pada Sabtu (10/11/2012), kedua
kandidat ini akan melakukan deklarasi.
Nama Deddy Mizwar kembali mencuat dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat yang akan dilangsungkan pada tahun 2013 mendatang. Sebelumnya, Dedy akan diduetkan dengan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilkada DKI Jakarta.
Nama Deddy Mizwar kembali mencuat dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat yang akan dilangsungkan pada tahun 2013 mendatang. Sebelumnya, Dedy akan diduetkan dengan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilkada DKI Jakarta.
Namun, Jokowi akhirnya berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama.
Kiprah Deddy di dunia politik juga dibilang tidak sedikit. Deddy pernah
mencalonkan diri dari jalur independen sebagai calon Wakil Presiden
bersama dengan Brigadir Jenderal Saurip Kadi.
Dede Yusuf-Lex Laksamana
Dede Yusuf-Lex Laksamana
Dede Yusuf yang diusung Partai Demokrat di Pilkada Jabar akhirnya
menjatuhkan pilihannya kepada mantan Sekretaris Daerah Jawa Barat Lex
Laksamana untuk maju mendampinginya dalam Pilgub Jawa Barat 2013.
Keputusan Dede ini juga sudah disetujui oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai
Demokrat.
Pertimbangan memilih Lek lebih karena kapasitas pengalaman birokrasi
yang panjang. "Lex Laksamana memiliki pengalaman yang panjang dalam
birokrasi sehingga dinilai paham mengenai seluk-beluk Jawa Barat. Ini
penting dalam membangun tata kelola Jabar, serta melakukan reformasi
birokrasi di Jabar.
Saat ini, Dede masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Di
dalam berbagai survei, mantan artis yang kini menjadi politisi ini mampu
unggul dari kandidat-kandidat calon gubernur lainnya, seperti Rieke
Diah Pitaloka dari PDI-Perjuangan, Ahmad Heryawan dari Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), dan Irianto MS Syafiuddin dari Partai Golkar.
Sebelumnya Dede mengincar beberapa nama seperti Bupati Kuningan Aang
Hamid Suganda, Bupati Indramayu Annah Sophanah, dan anggota Komisi IX
DPR dari PDIP Rieke Diah Pitaloka.Partai Demokrat tampak agak kerepotan
mencarikan pendamping untuk Dede.
Irianto MS Syaifudin (Yance)
Dari partai Golkar mengusung Irianto MS Syaifudin (Yance) .
Sebelumnya ia mengaku siap diduetkan dengan artis Ahmad Dhani maupun
Desy Ratnasari atau Nurul Arifin yang juga Wakil Sekjen Golkar dan duduk
sebagai Komisi II DPR.
Elektabilitas Nurul yang mantan artis diyakini bisa mendongkrak
secara signifikan perolehan suara Yance. Sayangnya, Nurul tidak bersedia
dicalonkan. Ia memilih berkiprah di DPR dan membesarkan Golkar.
Golkar pun melirik tokoh lain. Setidaknya ada tiga nama yang kini
ditimang Golkar. Dua dari tiga nama itu berasal dari internal partai,
yaitu anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya dan Wali Kota Banjar Herman
Sutrismo.
Sutrisno sendiri telah siap maju jika diminta maju mendampingi Yance.
Sementara satu nama lagi berasal dari PAN, yaitu Ketua DPD PAN Jawa
Barat Edi Darnadi.
Dikdik Mulyana-Cecep Toyib
Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini menjadi satu-satunya calon yang telah mendaftar ke KPU Jawa Barat. Dikdik-Toyib bahkan datang pagi-pagi sekali ke KPU Jabar, Selasa 6 November 2012.
Dikdik Mulyana-Cecep Toyib
Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini menjadi satu-satunya calon yang telah mendaftar ke KPU Jawa Barat. Dikdik-Toyib bahkan datang pagi-pagi sekali ke KPU Jabar, Selasa 6 November 2012.
Meski dukungan suara secara faktual terhadap pasangan Dikdik-Toyib
masih dinilai kurang oleh KPU Jawa Barat, namun pasangan ini tetap bisa
mendaftar karena sisa dukungan bisa dilengkapi hingga batas waktu 6
Desember 2012.
Dikdik pun tetap optimis meski di sejumlah survei berada di posisi buncit dibanding calon-calon lain dari parpol. “Saya punya prinsip ‘sakinah’ dan tidak akan melakukan apapun untuk meningkatkan popularitas dalam survei. Yang penting bekerja untuk rakyat Jabar,” ujar Dikdik.
Dikdik pun tetap optimis meski di sejumlah survei berada di posisi buncit dibanding calon-calon lain dari parpol. “Saya punya prinsip ‘sakinah’ dan tidak akan melakukan apapun untuk meningkatkan popularitas dalam survei. Yang penting bekerja untuk rakyat Jabar,” ujar Dikdik.
sumber:voa-islam.com

Tidak ada komentar
Posting Komentar