 |
| Konser Kemanusiaan Untuk Palestina/fb |
Banda Aceh. Ribuan penonton memadati ruang AAC Dayan Dawood,
Minggu (18/11) tempat dimana konser amal untuk rakyat Palestina di gelar Komite
Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Wilayah Aceh. Konser ini menghadirkan
Fadli (Padi), Sulis Cinta Rasul, Izzatul Islam (Izzis) dan Rafli Kande.
Konser
tersebut juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’adudin
Djamal, Ketua KNRP Pusat Suripto.
Ketua
KNRP Wilayah Aceh Tgk. Mahyaruddin Yusuf mengatakan, penggalangan dana yang
dilakukan di setiap Kabupaten/ Kota mencapai Rp 445.000.000 Juta. Sedangkan
perhitungan sementara berhasil terkumpul Rp. 1.124.634.500. Selain uang, donasi
juga menginfaqkan hp, jam tangan, anting dan barang lainnya.
Dikatakannya,
sebenarnya masyarakat Aceh bukan tidak mau membantu rakyat palestina. Tetapi,
masyarakat Aceh kurang tahu apa yang sedang dialami rakyat palestina yang tiap
saat diserang dan dibantai yahudi Israel.
Bayangkan
saja, lanjutnya, dengan peralatan Israel yang begitu lengkap dan canggih, tidak
mungkin rakyat Palestina dapat membebaskan diri dari kemerdekaan tanpa ada
bantuan dan perhatian dari masyarakat Aceh.
“Bahkan
beberapa hari ini sudah terjadi 50 ribu rakyat Palestina yang dibantai, dan ini
menjadi tanggungjawab kita untuk menolong saudara kita seiman dan seakidah yang
sedang dilanda gemuruh,” pintanya.
Ia
mengatakan, kepedulian masyarakat Aceh akan rakyat Palestina dapat menghirup
kembali udara segar dan aman dari penjajah yahudi Israel. Semua elemen
masyarakat yang satu padu dapat membantu muslim palestina dan memerdekakan
masjid Al-aqsa.
“Masjid
Al-Aqsa merupakan kiblat ummat Islam yang pertama sebelum ka’bah. Dan semoga
kita bercita-cita dapat shalat di masjid al-Aqsa,” ucap Mahyaruddin.
Sementara
itu, Ketua Umum KNRP Pusat Suripto mendesak PBB agar turun tangan untuk
menghentikan serangan bersenjata. Dan menuntut peradilan Internasional segera
mengadili bagi pelaku pelanggaran HAM PBB.
“Saya
atas nama KNRP menuntut agar diberikan sangsi terhadap pelanggaran HAM PBB, dan
pelaku penyerangan rakyat Palestina”imbuhnya. Seraya mengatakan, bila PBB tidak
menghiraukan seruan ini, maka akan terjadi pembantai besar-besaran bagi rakyat
Palestina. “Rakyat Palestina sedang dihadapi ujian yang berat,” demikian.
Sementara
itu, Pemerintah Kota Banda Aceh menyerahkan bantuan Rp 202.605.000, untuk
rakyat Palestina. Bantuan ini diserahkan Wakil Walikota Banda Aceh Hj Illiza
Sa”aduddin Djamal kepada Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP)
Soeripto, Sabtu malam (17/11) pada acara penggalangan dana di Aula lantai IV,
Gedung A Balaikota Banda Aceh.
Dalam
kesempatan itu, Illiza mengatakan, bantuan yang mereka berikan, berasal dari
PNMS, kepala SKPD dan para pelajar di Kota Banda Aceh. Hal itu merupakan bentuk
kepedulian dan keprihatinan masyarakat kota terhadap korban perang yang
sekarang sedang berkecamuk antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza, dimana
sangat banyak muslim yang menjadi korban dan sangat membutuhkan uluran tangan.
Ia
berharap, bantuan tersebut dapat dipergunakan sebaik-baiknya dan dapat membantu
meringankan beban rakyat Palestina. Pada kesempatan tersebut, Illiza juga
membacakan sebuah puisi yang isinya menyerukan kepada seluruh pemimpin dan
masyarakat dunia untuk tidak hanya mengirim salam keprihatinan terhadap korban,
namun lebih dari itu, Illiza meminta kepada mereka agar mau melakukan tindakan
nyata untuk menghentikan kebiadaban Israel yang di anggapnya telah
menjadi-jadi.
Sementara
itu, Ketua KNRP, Soeripto mengharapkan kepada tokoh – tokoh Aceh bisa datang ke
Palestina dan melihat langsung kehidupan mereka. “Perang yang terjadi di sana
bukanlah perang fisik antar manusia, tapi perang disana adalah perang teknologi
menggunakan peralatan canggih. Dan ini belum mampu diimbangi oleh Palestina,
makanya banyak korban dipihak mereka, dan bantuan seperti ini tentunya sangat
membantu mereka untuk bangkit dan melawan kebiadaban Israel” ujarnya.
Katanya
lagi, kalau ada warga Aceh yang ingin melihat langsung situasi di Gaza, dia
bisa membuka akses ke sana untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi
sebenarnya yang di alami masyarakat Palestina. Pihaknya juga berharap akan ada
sebuah tindakan nyata dari negara-negara dunia untuk mendorong Amerika dan PBB
agar segera menyelesaikan konflik di Jalur Gaza tersebut. (jppn)/dakwatuna.com
dakwatuna.com – Banda Aceh. Ribuan
penonton memadati ruang AAC Dayan Dawood, Minggu (18/11) tempat dimana
konser amal untuk rakyat Palestina di gelar Komite Nasional untuk Rakyat
Palestina (KNRP) Wilayah Aceh. Konser ini menghadirkan Fadli (Padi),
Sulis Cinta Rasul, Izzatul Islam (Izzis) dan Rafli Kande.
Konser tersebut juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’adudin Djamal, Ketua KNRP Pusat Suripto.
Ketua
KNRP Wilayah Aceh Tgk. Mahyaruddin Yusuf mengatakan, penggalangan dana
yang dilakukan di setiap Kabupaten/ Kota mencapai Rp 445.000.000 Juta.
Sedangkan perhitungan sementara berhasil terkumpul Rp. 1.124.634.500.
Selain uang, donasi juga menginfaqkan hp, jam tangan, anting dan barang
lainnya.
Dikatakannya, sebenarnya masyarakat Aceh bukan tidak mau
membantu rakyat palestina. Tetapi, masyarakat Aceh kurang tahu apa yang
sedang dialami rakyat palestina yang tiap saat diserang dan dibantai
yahudi Israel.
Bayangkan saja, lanjutnya, dengan peralatan Israel
yang begitu lengkap dan canggih, tidak mungkin rakyat Palestina dapat
membebaskan diri dari kemerdekaan tanpa ada bantuan dan perhatian dari
masyarakat Aceh.
“Bahkan beberapa hari ini sudah terjadi 50 ribu
rakyat Palestina yang dibantai, dan ini menjadi tanggungjawab kita untuk
menolong saudara kita seiman dan seakidah yang sedang dilanda gemuruh,”
pintanya.
Ia mengatakan, kepedulian masyarakat Aceh akan rakyat
Palestina dapat menghirup kembali udara segar dan aman dari penjajah
yahudi Israel. Semua elemen masyarakat yang satu padu dapat membantu
muslim palestina dan memerdekakan masjid Al-aqsa.
“Masjid Al-Aqsa
merupakan kiblat ummat Islam yang pertama sebelum ka’bah. Dan semoga
kita bercita-cita dapat shalat di masjid al-Aqsa,” ucap Mahyaruddin.
Sementara
itu, Ketua Umum KNRP Pusat Suripto mendesak PBB agar turun tangan untuk
menghentikan serangan bersenjata. Dan menuntut peradilan Internasional
segera mengadili bagi pelaku pelanggaran HAM PBB.
“Saya atas nama
KNRP menuntut agar diberikan sangsi terhadap pelanggaran HAM PBB, dan
pelaku penyerangan rakyat Palestina”imbuhnya. Seraya mengatakan, bila
PBB tidak menghiraukan seruan ini, maka akan terjadi pembantai
besar-besaran bagi rakyat Palestina. “Rakyat Palestina sedang dihadapi
ujian yang berat,” demikian.
Sementara itu, Pemerintah Kota Banda
Aceh menyerahkan bantuan Rp 202.605.000, untuk rakyat Palestina. Bantuan
ini diserahkan Wakil Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa”aduddin Djamal
kepada Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Soeripto,
Sabtu malam (17/11) pada acara penggalangan dana di Aula lantai IV,
Gedung A Balaikota Banda Aceh.
Dalam kesempatan itu, Illiza
mengatakan, bantuan yang mereka berikan, berasal dari PNMS, kepala SKPD
dan para pelajar di Kota Banda Aceh. Hal itu merupakan bentuk kepedulian
dan keprihatinan masyarakat kota terhadap korban perang yang sekarang
sedang berkecamuk antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza, dimana
sangat banyak muslim yang menjadi korban dan sangat membutuhkan uluran
tangan.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat dipergunakan
sebaik-baiknya dan dapat membantu meringankan beban rakyat Palestina.
Pada kesempatan tersebut, Illiza juga membacakan sebuah puisi yang
isinya menyerukan kepada seluruh pemimpin dan masyarakat dunia untuk
tidak hanya mengirim salam keprihatinan terhadap korban, namun lebih
dari itu, Illiza meminta kepada mereka agar mau melakukan tindakan nyata
untuk menghentikan kebiadaban Israel yang di anggapnya telah
menjadi-jadi.
Sementara itu, Ketua KNRP, Soeripto mengharapkan
kepada tokoh – tokoh Aceh bisa datang ke Palestina dan melihat langsung
kehidupan mereka. “Perang yang terjadi di sana bukanlah perang fisik
antar manusia, tapi perang disana adalah perang teknologi menggunakan
peralatan canggih. Dan ini belum mampu diimbangi oleh Palestina, makanya
banyak korban dipihak mereka, dan bantuan seperti ini tentunya sangat
membantu mereka untuk bangkit dan melawan kebiadaban Israel” ujarnya.
Katanya
lagi, kalau ada warga Aceh yang ingin melihat langsung situasi di Gaza,
dia bisa membuka akses ke sana untuk melihat secara langsung bagaimana
kondisi sebenarnya yang di alami masyarakat Palestina. Pihaknya juga
berharap akan ada sebuah tindakan nyata dari negara-negara dunia untuk
mendorong Amerika dan PBB agar segera menyelesaikan konflik di Jalur
Gaza tersebut. (mag-38/jppn)
Sumber:
http://www.dakwatuna.com/2012/11/24355/rp1-miliar-terkumpul-dari-aceh-untuk-palestina/#ixzz2CgI0oq43
dakwatuna.com – Banda Aceh. Ribuan
penonton memadati ruang AAC Dayan Dawood, Minggu (18/11) tempat dimana
konser amal untuk rakyat Palestina di gelar Komite Nasional untuk Rakyat
Palestina (KNRP) Wilayah Aceh. Konser ini menghadirkan Fadli (Padi),
Sulis Cinta Rasul, Izzatul Islam (Izzis) dan Rafli Kande.
Konser tersebut juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’adudin Djamal, Ketua KNRP Pusat Suripto.
Ketua
KNRP Wilayah Aceh Tgk. Mahyaruddin Yusuf mengatakan, penggalangan dana
yang dilakukan di setiap Kabupaten/ Kota mencapai Rp 445.000.000 Juta.
Sedangkan perhitungan sementara berhasil terkumpul Rp. 1.124.634.500.
Selain uang, donasi juga menginfaqkan hp, jam tangan, anting dan barang
lainnya.
Dikatakannya, sebenarnya masyarakat Aceh bukan tidak mau
membantu rakyat palestina. Tetapi, masyarakat Aceh kurang tahu apa yang
sedang dialami rakyat palestina yang tiap saat diserang dan dibantai
yahudi Israel.
Bayangkan saja, lanjutnya, dengan peralatan Israel
yang begitu lengkap dan canggih, tidak mungkin rakyat Palestina dapat
membebaskan diri dari kemerdekaan tanpa ada bantuan dan perhatian dari
masyarakat Aceh.
“Bahkan beberapa hari ini sudah terjadi 50 ribu
rakyat Palestina yang dibantai, dan ini menjadi tanggungjawab kita untuk
menolong saudara kita seiman dan seakidah yang sedang dilanda gemuruh,”
pintanya.
Ia mengatakan, kepedulian masyarakat Aceh akan rakyat
Palestina dapat menghirup kembali udara segar dan aman dari penjajah
yahudi Israel. Semua elemen masyarakat yang satu padu dapat membantu
muslim palestina dan memerdekakan masjid Al-aqsa.
“Masjid Al-Aqsa
merupakan kiblat ummat Islam yang pertama sebelum ka’bah. Dan semoga
kita bercita-cita dapat shalat di masjid al-Aqsa,” ucap Mahyaruddin.
Sementara
itu, Ketua Umum KNRP Pusat Suripto mendesak PBB agar turun tangan untuk
menghentikan serangan bersenjata. Dan menuntut peradilan Internasional
segera mengadili bagi pelaku pelanggaran HAM PBB.
“Saya atas nama
KNRP menuntut agar diberikan sangsi terhadap pelanggaran HAM PBB, dan
pelaku penyerangan rakyat Palestina”imbuhnya. Seraya mengatakan, bila
PBB tidak menghiraukan seruan ini, maka akan terjadi pembantai
besar-besaran bagi rakyat Palestina. “Rakyat Palestina sedang dihadapi
ujian yang berat,” demikian.
Sementara itu, Pemerintah Kota Banda
Aceh menyerahkan bantuan Rp 202.605.000, untuk rakyat Palestina. Bantuan
ini diserahkan Wakil Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa”aduddin Djamal
kepada Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Soeripto,
Sabtu malam (17/11) pada acara penggalangan dana di Aula lantai IV,
Gedung A Balaikota Banda Aceh.
Dalam kesempatan itu, Illiza
mengatakan, bantuan yang mereka berikan, berasal dari PNMS, kepala SKPD
dan para pelajar di Kota Banda Aceh. Hal itu merupakan bentuk kepedulian
dan keprihatinan masyarakat kota terhadap korban perang yang sekarang
sedang berkecamuk antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza, dimana
sangat banyak muslim yang menjadi korban dan sangat membutuhkan uluran
tangan.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat dipergunakan
sebaik-baiknya dan dapat membantu meringankan beban rakyat Palestina.
Pada kesempatan tersebut, Illiza juga membacakan sebuah puisi yang
isinya menyerukan kepada seluruh pemimpin dan masyarakat dunia untuk
tidak hanya mengirim salam keprihatinan terhadap korban, namun lebih
dari itu, Illiza meminta kepada mereka agar mau melakukan tindakan nyata
untuk menghentikan kebiadaban Israel yang di anggapnya telah
menjadi-jadi.
Sementara itu, Ketua KNRP, Soeripto mengharapkan
kepada tokoh – tokoh Aceh bisa datang ke Palestina dan melihat langsung
kehidupan mereka. “Perang yang terjadi di sana bukanlah perang fisik
antar manusia, tapi perang disana adalah perang teknologi menggunakan
peralatan canggih. Dan ini belum mampu diimbangi oleh Palestina, makanya
banyak korban dipihak mereka, dan bantuan seperti ini tentunya sangat
membantu mereka untuk bangkit dan melawan kebiadaban Israel” ujarnya.
Katanya
lagi, kalau ada warga Aceh yang ingin melihat langsung situasi di Gaza,
dia bisa membuka akses ke sana untuk melihat secara langsung bagaimana
kondisi sebenarnya yang di alami masyarakat Palestina. Pihaknya juga
berharap akan ada sebuah tindakan nyata dari negara-negara dunia untuk
mendorong Amerika dan PBB agar segera menyelesaikan konflik di Jalur
Gaza tersebut. (mag-38/jppn)
Sumber:
http://www.dakwatuna.com/2012/11/24355/rp1-miliar-terkumpul-dari-aceh-untuk-palestina/#ixzz2CgI0oq43
dakwatuna.com – Banda Aceh. Ribuan
penonton memadati ruang AAC Dayan Dawood, Minggu (18/11) tempat dimana
konser amal untuk rakyat Palestina di gelar Komite Nasional untuk Rakyat
Palestina (KNRP) Wilayah Aceh. Konser ini menghadirkan Fadli (Padi),
Sulis Cinta Rasul, Izzatul Islam (Izzis) dan Rafli Kande.
Konser tersebut juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’adudin Djamal, Ketua KNRP Pusat Suripto.
Ketua
KNRP Wilayah Aceh Tgk. Mahyaruddin Yusuf mengatakan, penggalangan dana
yang dilakukan di setiap Kabupaten/ Kota mencapai Rp 445.000.000 Juta.
Sedangkan perhitungan sementara berhasil terkumpul Rp. 1.124.634.500.
Selain uang, donasi juga menginfaqkan hp, jam tangan, anting dan barang
lainnya.
Dikatakannya, sebenarnya masyarakat Aceh bukan tidak mau
membantu rakyat palestina. Tetapi, masyarakat Aceh kurang tahu apa yang
sedang dialami rakyat palestina yang tiap saat diserang dan dibantai
yahudi Israel.
Bayangkan saja, lanjutnya, dengan peralatan Israel
yang begitu lengkap dan canggih, tidak mungkin rakyat Palestina dapat
membebaskan diri dari kemerdekaan tanpa ada bantuan dan perhatian dari
masyarakat Aceh.
“Bahkan beberapa hari ini sudah terjadi 50 ribu
rakyat Palestina yang dibantai, dan ini menjadi tanggungjawab kita untuk
menolong saudara kita seiman dan seakidah yang sedang dilanda gemuruh,”
pintanya.
Ia mengatakan, kepedulian masyarakat Aceh akan rakyat
Palestina dapat menghirup kembali udara segar dan aman dari penjajah
yahudi Israel. Semua elemen masyarakat yang satu padu dapat membantu
muslim palestina dan memerdekakan masjid Al-aqsa.
“Masjid Al-Aqsa
merupakan kiblat ummat Islam yang pertama sebelum ka’bah. Dan semoga
kita bercita-cita dapat shalat di masjid al-Aqsa,” ucap Mahyaruddin.
Sementara
itu, Ketua Umum KNRP Pusat Suripto mendesak PBB agar turun tangan untuk
menghentikan serangan bersenjata. Dan menuntut peradilan Internasional
segera mengadili bagi pelaku pelanggaran HAM PBB.
“Saya atas nama
KNRP menuntut agar diberikan sangsi terhadap pelanggaran HAM PBB, dan
pelaku penyerangan rakyat Palestina”imbuhnya. Seraya mengatakan, bila
PBB tidak menghiraukan seruan ini, maka akan terjadi pembantai
besar-besaran bagi rakyat Palestina. “Rakyat Palestina sedang dihadapi
ujian yang berat,” demikian.
Sementara itu, Pemerintah Kota Banda
Aceh menyerahkan bantuan Rp 202.605.000, untuk rakyat Palestina. Bantuan
ini diserahkan Wakil Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa”aduddin Djamal
kepada Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Soeripto,
Sabtu malam (17/11) pada acara penggalangan dana di Aula lantai IV,
Gedung A Balaikota Banda Aceh.
Dalam kesempatan itu, Illiza
mengatakan, bantuan yang mereka berikan, berasal dari PNMS, kepala SKPD
dan para pelajar di Kota Banda Aceh. Hal itu merupakan bentuk kepedulian
dan keprihatinan masyarakat kota terhadap korban perang yang sekarang
sedang berkecamuk antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza, dimana
sangat banyak muslim yang menjadi korban dan sangat membutuhkan uluran
tangan.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat dipergunakan
sebaik-baiknya dan dapat membantu meringankan beban rakyat Palestina.
Pada kesempatan tersebut, Illiza juga membacakan sebuah puisi yang
isinya menyerukan kepada seluruh pemimpin dan masyarakat dunia untuk
tidak hanya mengirim salam keprihatinan terhadap korban, namun lebih
dari itu, Illiza meminta kepada mereka agar mau melakukan tindakan nyata
untuk menghentikan kebiadaban Israel yang di anggapnya telah
menjadi-jadi.
Sementara itu, Ketua KNRP, Soeripto mengharapkan
kepada tokoh – tokoh Aceh bisa datang ke Palestina dan melihat langsung
kehidupan mereka. “Perang yang terjadi di sana bukanlah perang fisik
antar manusia, tapi perang disana adalah perang teknologi menggunakan
peralatan canggih. Dan ini belum mampu diimbangi oleh Palestina, makanya
banyak korban dipihak mereka, dan bantuan seperti ini tentunya sangat
membantu mereka untuk bangkit dan melawan kebiadaban Israel” ujarnya.
Katanya
lagi, kalau ada warga Aceh yang ingin melihat langsung situasi di Gaza,
dia bisa membuka akses ke sana untuk melihat secara langsung bagaimana
kondisi sebenarnya yang di alami masyarakat Palestina. Pihaknya juga
berharap akan ada sebuah tindakan nyata dari negara-negara dunia untuk
mendorong Amerika dan PBB agar segera menyelesaikan konflik di Jalur
Gaza tersebut. (mag-38/jppn)
Sumber:
http://www.dakwatuna.com/2012/11/24355/rp1-miliar-terkumpul-dari-aceh-untuk-palestina/#ixzz2CgI0oq43
dakwatuna.com – Banda Aceh. Ribuan
penonton memadati ruang AAC Dayan Dawood, Minggu (18/11) tempat dimana
konser amal untuk rakyat Palestina di gelar Komite Nasional untuk Rakyat
Palestina (KNRP) Wilayah Aceh. Konser ini menghadirkan Fadli (Padi),
Sulis Cinta Rasul, Izzatul Islam (Izzis) dan Rafli Kande.
Konser tersebut juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’adudin Djamal, Ketua KNRP Pusat Suripto.
Ketua
KNRP Wilayah Aceh Tgk. Mahyaruddin Yusuf mengatakan, penggalangan dana
yang dilakukan di setiap Kabupaten/ Kota mencapai Rp 445.000.000 Juta.
Sedangkan perhitungan sementara berhasil terkumpul Rp. 1.124.634.500.
Selain uang, donasi juga menginfaqkan hp, jam tangan, anting dan barang
lainnya.
Dikatakannya, sebenarnya masyarakat Aceh bukan tidak mau
membantu rakyat palestina. Tetapi, masyarakat Aceh kurang tahu apa yang
sedang dialami rakyat palestina yang tiap saat diserang dan dibantai
yahudi Israel.
Bayangkan saja, lanjutnya, dengan peralatan Israel
yang begitu lengkap dan canggih, tidak mungkin rakyat Palestina dapat
membebaskan diri dari kemerdekaan tanpa ada bantuan dan perhatian dari
masyarakat Aceh.
“Bahkan beberapa hari ini sudah terjadi 50 ribu
rakyat Palestina yang dibantai, dan ini menjadi tanggungjawab kita untuk
menolong saudara kita seiman dan seakidah yang sedang dilanda gemuruh,”
pintanya.
Ia mengatakan, kepedulian masyarakat Aceh akan rakyat
Palestina dapat menghirup kembali udara segar dan aman dari penjajah
yahudi Israel. Semua elemen masyarakat yang satu padu dapat membantu
muslim palestina dan memerdekakan masjid Al-aqsa.
“Masjid Al-Aqsa
merupakan kiblat ummat Islam yang pertama sebelum ka’bah. Dan semoga
kita bercita-cita dapat shalat di masjid al-Aqsa,” ucap Mahyaruddin.
Sementara
itu, Ketua Umum KNRP Pusat Suripto mendesak PBB agar turun tangan untuk
menghentikan serangan bersenjata. Dan menuntut peradilan Internasional
segera mengadili bagi pelaku pelanggaran HAM PBB.
“Saya atas nama
KNRP menuntut agar diberikan sangsi terhadap pelanggaran HAM PBB, dan
pelaku penyerangan rakyat Palestina”imbuhnya. Seraya mengatakan, bila
PBB tidak menghiraukan seruan ini, maka akan terjadi pembantai
besar-besaran bagi rakyat Palestina. “Rakyat Palestina sedang dihadapi
ujian yang berat,” demikian.
Sementara itu, Pemerintah Kota Banda
Aceh menyerahkan bantuan Rp 202.605.000, untuk rakyat Palestina. Bantuan
ini diserahkan Wakil Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa”aduddin Djamal
kepada Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Soeripto,
Sabtu malam (17/11) pada acara penggalangan dana di Aula lantai IV,
Gedung A Balaikota Banda Aceh.
Dalam kesempatan itu, Illiza
mengatakan, bantuan yang mereka berikan, berasal dari PNMS, kepala SKPD
dan para pelajar di Kota Banda Aceh. Hal itu merupakan bentuk kepedulian
dan keprihatinan masyarakat kota terhadap korban perang yang sekarang
sedang berkecamuk antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza, dimana
sangat banyak muslim yang menjadi korban dan sangat membutuhkan uluran
tangan.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat dipergunakan
sebaik-baiknya dan dapat membantu meringankan beban rakyat Palestina.
Pada kesempatan tersebut, Illiza juga membacakan sebuah puisi yang
isinya menyerukan kepada seluruh pemimpin dan masyarakat dunia untuk
tidak hanya mengirim salam keprihatinan terhadap korban, namun lebih
dari itu, Illiza meminta kepada mereka agar mau melakukan tindakan nyata
untuk menghentikan kebiadaban Israel yang di anggapnya telah
menjadi-jadi.
Sementara itu, Ketua KNRP, Soeripto mengharapkan
kepada tokoh – tokoh Aceh bisa datang ke Palestina dan melihat langsung
kehidupan mereka. “Perang yang terjadi di sana bukanlah perang fisik
antar manusia, tapi perang disana adalah perang teknologi menggunakan
peralatan canggih. Dan ini belum mampu diimbangi oleh Palestina, makanya
banyak korban dipihak mereka, dan bantuan seperti ini tentunya sangat
membantu mereka untuk bangkit dan melawan kebiadaban Israel” ujarnya.
Katanya
lagi, kalau ada warga Aceh yang ingin melihat langsung situasi di Gaza,
dia bisa membuka akses ke sana untuk melihat secara langsung bagaimana
kondisi sebenarnya yang di alami masyarakat Palestina. Pihaknya juga
berharap akan ada sebuah tindakan nyata dari negara-negara dunia untuk
mendorong Amerika dan PBB agar segera menyelesaikan konflik di Jalur
Gaza tersebut. (mag-38/jppn)
Sumber:
http://www.dakwatuna.com/2012/11/24355/rp1-miliar-terkumpul-dari-aceh-untuk-palestina/#ixzz2CgI0oq43
Tidak ada komentar
Posting Komentar