Situs kantor berita Islam “MINA” di-hacack
![]() |
| Tampilan Situs Mina |
Jakarta, 10 Muharram 2012 / 24 November 2012 (MINA) – Belum genap
sebulan sejak percobaan peluncuran (soft launching) tanggal 10
Dzulhijjah / 26 Oktober lalu, situs Kantor Berita Islam Mi’raj News
Agency (MINA) mirajnews.com berpusat di Jakarta di-hack orang tak
dikenal, Jumat siang.
Tampilan portal berita MINA dengan dominasi warna hijau muda-hijau tua dan Kubah Sakhrah dengan misi utama ‘peace in palestine = world peace’ berubah dengan munculnya gambar mirip tengkorak dengan background hitam. Menurut Sulaiman, salah satu Tim Teknologi Informarika MINA kejahatan di dunia maya oleh para hacker merupakan hal biasa, dan tim yang ada sudah siap menghadapinya.
“ Hanya beberapa menit saja, tidak sampai satu jam, tampilan kembali seperti semula,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Ali Farkhan Tsani, Redaktur MINA menyampaikan, akan terus memberitakan informasi kebenaran dan berkeadilan, terutama berkisar pada perjuangan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha serta mengangkat perjuangan Islam di berbagai belahan dunia.
Dalam delapan hari serangan Israel ke Gaza, MINA banyak mengungkapkan informasi oleh koresponden MINA langsung dari Jalur Gaza.
“Alhamdulillah, berita yang kami angkat seperti ditembak jatuhnya pesawat Israel jenis Apache, adanya dugaan penggunaan pospor putih pada korban warga Gaza, hancurnya masjid akibat serangan Israel, relawan Indonesia di Gaza, hingga bersatunya seluruh satuan militer faksi-faksi di Palestina selalu leading dan sempat dikutip beberapa media nasional dan daerah,” ujar Ali.
Ali Farkhan mensyukuri hal tersebut karena dengan demikian informasi perjuangan umat Islam semakin tersebar ke sebanyak mungkin pembaca di Indonesia dan di dunia internasional.
Sejak diluncurkan akhir bulan lalu, situs MINA sebagai kantor berita Islam pertama di Indonesia tampil dengan tiga bahasa : Indonesia, Inggris dan Arab. Beberapa bahasa lainnya, seperti Cina, Perancis, Rusia, Spanyol dan Portugis, akan ditambahkan ke layanan masa yang akan datang.
Dalam sebulan peluncurannya, MINA sebagai "juru bicara" kaum muslimin dalam menunaikan tugas dari Allah menyampaikan amar ma'ruf dan nahi mungkar, telah dilihat pengunjung dari 46 negara di dunia.
Pembentukan Kantor Berita Islam MINA merupakan follow up dari Konferensi Bandung untuk Pembebasan Al-Aqsha dan Palestina tanggal 4-5 Juli lalu. (mirajnews.com).
Tampilan portal berita MINA dengan dominasi warna hijau muda-hijau tua dan Kubah Sakhrah dengan misi utama ‘peace in palestine = world peace’ berubah dengan munculnya gambar mirip tengkorak dengan background hitam. Menurut Sulaiman, salah satu Tim Teknologi Informarika MINA kejahatan di dunia maya oleh para hacker merupakan hal biasa, dan tim yang ada sudah siap menghadapinya.
“ Hanya beberapa menit saja, tidak sampai satu jam, tampilan kembali seperti semula,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Ali Farkhan Tsani, Redaktur MINA menyampaikan, akan terus memberitakan informasi kebenaran dan berkeadilan, terutama berkisar pada perjuangan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha serta mengangkat perjuangan Islam di berbagai belahan dunia.
Dalam delapan hari serangan Israel ke Gaza, MINA banyak mengungkapkan informasi oleh koresponden MINA langsung dari Jalur Gaza.
“Alhamdulillah, berita yang kami angkat seperti ditembak jatuhnya pesawat Israel jenis Apache, adanya dugaan penggunaan pospor putih pada korban warga Gaza, hancurnya masjid akibat serangan Israel, relawan Indonesia di Gaza, hingga bersatunya seluruh satuan militer faksi-faksi di Palestina selalu leading dan sempat dikutip beberapa media nasional dan daerah,” ujar Ali.
Ali Farkhan mensyukuri hal tersebut karena dengan demikian informasi perjuangan umat Islam semakin tersebar ke sebanyak mungkin pembaca di Indonesia dan di dunia internasional.
Sejak diluncurkan akhir bulan lalu, situs MINA sebagai kantor berita Islam pertama di Indonesia tampil dengan tiga bahasa : Indonesia, Inggris dan Arab. Beberapa bahasa lainnya, seperti Cina, Perancis, Rusia, Spanyol dan Portugis, akan ditambahkan ke layanan masa yang akan datang.
Dalam sebulan peluncurannya, MINA sebagai "juru bicara" kaum muslimin dalam menunaikan tugas dari Allah menyampaikan amar ma'ruf dan nahi mungkar, telah dilihat pengunjung dari 46 negara di dunia.
Pembentukan Kantor Berita Islam MINA merupakan follow up dari Konferensi Bandung untuk Pembebasan Al-Aqsha dan Palestina tanggal 4-5 Juli lalu. (mirajnews.com).

Tidak ada komentar
Posting Komentar