PKS: Presiden Baru Harus Berani Bersihkan Istana
![]() |
| Hidayat Nur Wahid/detik.com |
JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera
telah menetapkan kriteria calon presiden yang akan diusung mereka dalam
pemilihan umum (Pemilu) 2014 nanti. Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid
mengatakan, minimal capres yang didukung PKS nantinya adalah tokoh yang
dianggap tidak akan mengulangi kesalahan presiden sebelumnya.
"Berani
dekat dengan rakyat, bukan karena pencitraan," kata Hidayat saat
menghadiri acara refleksi akhir tahun PKS di Taman Ismail Marzuki,
Jakarta, Sabtu (29/12/2012).
Selain itu, menurut Hidayat, capres
PKS harus berani melakukan tindakan hukum dan tidak membiarkan korupsi
merajalela. Dia pun harus berani membersihkan Istana dari hal-hal yang
bisa mencederai wibawa Pemerintah. "Berani merealisasikan komitmen yang
selama ini disampaikannya, maupun pencitraannya," ujar Hidayat.
Meskipun
belum tegas menyatakan siapa tokoh yang akan didukung sebagai capres
PKS 2014, Hidayat menyebut sejumlah nama yang masuk pertimbangan
partainya. Mereka adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan,
mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Mahkamah Konstitusi Machfud MD,
dan pengusaha Chairul Tanjung. Para tokoh ini diundang dalam acara
refleksi akhir tahun PKS.
"Tentu saja PKS akan mempertimbangkan
nama-nama yang baik, termasuk Dahlan Iskan, Machfud, JK, Chairul
Tanjung, dan juga tokoh-tokoh yang selama ini diharapkan oleh rakyat
melakukan pencerahan," kata Hidayat.
Dia menambahkan, semua opsi
masih terbuka. Bisa saja PKS mengajukan calon dari internal partainya.
Jika PKS memperoleh suara yang signifkan, di atas 15 persen, partai itu
pasti akan mencalonkan kadernya sebagai presiden 2014. Namun jika
perolehan suara di bawah target, atau di bawah 10 persen, kata Hidayat,
tentu PKS akan realistis.
"Di PKS juga ada calon-calon yang bagus.
Sebut saja presiden PKS, para menteri, kapasitas mencukupi, begitu
pula banyak gubernur, ada Jabar, Sumatera Selatan," ucapnya.
[kompas.com]

Tidak ada komentar
Posting Komentar