Pasca Tsunami, Aceh Jaya Harus Fokus Pendidikan
![]() |
| Tgk.Faisal/atjehpost.com |
HaBa_CALANG - Masyarakat Aceh Jaya diharapkan dapat menarik hikmah dari
musibah tsunami dengan mengutamakan pendidikan dan akhlak agama kepada
generasi mendatang. Apalagi, musibah tersebut turut melahirkan
perdamaian.
"Saat ini menurut survei di pantai barat, termasuk Aceh Jaya, lembaga
pendidikan agama turun dibanding tahun sebelumnya. Ini dapat memyebabkan
pergeseran kebudayaan," kata Wakil Ketua Nahdatul Ulama (NU) Aceh,
Teungku Faisal Ali saat menyampaikan tausiah pada acara renungan 8 Tahun
Musibah Gempa dan Tsunami di Aceh Jaya yang di pusatkan di rest Rigaih,
Kecamatan Setia Bakti, Rabu 26 Desember 2012.
Menurut dia, sesuai data yang diterimanya hanya enam persen lembaga
pendidikan keagamaan di Aceh Jaya. Sementara selebihnya adalah lembaga
pendidikan umum.
"Sekolah umum tidak salah, hanya yang diperlukan mensinergikan pendidikan agama dengan mata pelajaran umum," ujar dia.
Teungku Faisal menyebutkan, pasca tsunami yang paling penting adalah
dorongan masyarakat memperhatikan pendidikan ini. Pemberian santunan
kepada anak yatim bukan solusi masa depan yang baik, tetapi bagaimana
anak-anak yatim ini mendapatkan jaminan pendidikan hingga jenjang
perguruan tinggi, itu perlu pemikiran.
"Dan sebenarnya problem pendidikan yang dialami oleh anak korban
tsunami sangat luar biasa. Ada anak tamat SD tapi belum mampu baca
tulis, dan tamat SMP tidak mampu membaca Al-Quran."
"Jadi satu-satunya cara mendorong keberhasilan pembangunan di Aceh Jaya
adalah dengan memajukan pendidikan, dan yang harus berperan adalah
masyarakat," tutur Tgk Faisal.[bna]
sumber:atjehpost.com

Tidak ada komentar
Posting Komentar