Tentara Israel Serang Staf Sekolah Di Bethlehem
Tiga jip militer Israel tiba di sekolah di desa Tuqu pada tengah hari dan beberapa tentara menyerang Kepala Sekolah Salim Abu Mufarrih dan guru Nabil al-Tamamri dan Mahmoud Zawahra setelah mereka mencoba untuk menghalangi tentara memasuki halaman sekolah.
Warga setempat mengatakan tidak ada konfrontasi atau pelemparan batu di daerah tersebut pada saat itu. Seorang juru bicara militer Israel mengatakan dia melihat insiden tersebut.
Tangkat dan kualitas pendidikan
Palestina yang baik akan membuat ketakutan Israel atas Gaza semakin
meningkat. Namun blokade Israel mempersulit peningkatan mutu pendidikan
di Gaza.
Blokade Pendidikan
Sementara itu seorang dosen Universitas Islam Gaza (UIG) Mahmoud
Anbar mengatakan, blokade terhadap Gaza tidak hanya berupa blokade
ekonomi dan politik, melainkan juga blokade pendidikan.
“Pemerintah Palestina di jalur gaza tidak diizinkan
mendatangkan para pengajar dari luar Gaza, bahkan jalur kerja sama
pendidikan antara Gaza dan Tepi Barat pun diputus total,“ kata Mahmoud.
Mahmoud menambahkan, Gaza memanfaatkan momen pasca serangan
besar Israel untuk menjalin kerjasama pendidikan dengan pihak luar.
“Bantuan pendidikan di Gaza akan meningkat justru pasca
serangan Israel, banyaknya rombongan pemerintahan asing yang berkunjung.
Ini dimanfaatkan pemerintah Palestina di Gaza untuk menjalin kontrak
kerja sama di bidang pendidikan dan yang lainnya,“ kata Mahmoud.
Kerjasama Universitas Islam Gaza dan Ma’had Al-Fatah
Tingkat kecerdasan masyarakat Palestina bisa dikatakan di atas
rata rata. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya prestasi tingkat
internasional yang didapatkan para pelajar Palestina.
Salah satu contoh yaitu keberhasilan seorang siswa Palestina
pada tahun 2010 dalam meraih posisi 4 pada lomba matematika tingkat
internasional di Malaysia.
Miyar al Thaa'i (13) berhasil menyelesaikan 139 pertanyaan
matematika dalam tempo delapan menit pada lomba yang diikuti 1500 siswa
tersebut.
Contoh lainnya Shalihah Hamdain (14), berhasil menjuarai lomba
mengarang tingkat nasional yang diikuti 1200 peserta. Pada kesempatan
itu, Mahmud mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh masyarakat
Indonesia yang selalu mendukung Palestina melalui berbagai usaha
termasuk usaha pemberian beasiswa pendidikan untuk masyarakat
Palestina.
Dr. Mahmoud juga berharap dengan adanya kerja sama
Indonesia-Palestina, akan semakin mengokohkan ikatan ukhuwah Islamiyah
antar kedua negara tersebut.
sumber: mirajnews.com

Tidak ada komentar
Posting Komentar