Zionis Gunakan Uranium dalam Serangannya di Gaza
![]() |
| Korban Bakar akib |
HaBa_Gaza: Pasukan penjajah zionis
‘Israel’ dilaporkan menggunakan senjata uranium dalam serangannya di
Jalur Gaza. Richard Silverstein dalam situsnya richardsilverstein.com menulis soal jurnalis lokal di situs Electronic Intifada
yang melaporkan tentang bentuk-bentuk aneh pada tubuh korban serangan
zionis 14-21 Nopember lalu. Ia mengaitkan temuan ini pada penggunaan
senjata kimia seperti fosfor putih:
Diantara para korban yang dirawat di rumah sakit Nasser di Khan
Younis terdapat seorang pasien pria yang terluka akibat serangan pesawat
tak berawak Zionis saat menghantam lahan pertanian milik keluarganya di
Selatan Gaza. Seorang temannya gugur dalam serangan itu. “Saya terkena
serangan langsung di bagian perut dan kedua kaki saya,” ujar pria itu.
Baker al-Derdy, kepala perawat di rumah sakit Nasser mengatakan pria
itu mengakui mencium bau aneh seperti kimia saat terkena serangan.
Al-Derdy menduga zionis menggunakan senjata kimia selama agresinya di
Gaza.
“Kami melihat ada beberapa dampak yang tidak biasa. Tipe luka bakar
pada tubuhnya menunjukkan senjata yang dipakai bukanlah senjata biasa.
Luka bakarnya meresap dalam di kulitnya dan kulitnya berubah menjadi
biru. Luka bakarnya mencapai hingga lapisan ke tiga kulitnya,” papar
al-Derdy.
Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qedra juga
mengakui beberapa luka bakar yang ditemui pada korban terlihat lebih
dalam dibandingkan luka bakar dari senjata-senjata biasa.
“Kami di Gaza dan badan-badan kesehatan di Tepi Barat tidak memiliki
laboratorium untuk memeriksa dengan benar terkait senjata yang dipakai
zionis dalam serangannya. Tapi berdasarkan yang kami lihat sejauh ini,
zionis jelas menggunakan semacam senjata peledak atau amunisi yang
menyebabkan luka bakar dan luka yang dalam.”
“Dalam banyak kasus korban tewas, kami temukan tubuh mereka
tercabik-cabik atau terbakar sepenuhnya. Banyak dari mereka yang terluka
harus diamputasi,” ujarnya.
Bentuk-bentuk luka di tubuh korban ini mengingatkan Silverstein pada
munisi DIME yang dikembangkan oleh Amerika Serikat (AS) dan pernah
dipakai zionis saat serangan di Gaza tahun 2006. “Saya menulis beberapa
kali soal senjata mengerikan ini,” ujarnya.
Di tengah serangan zionis dilakukan tempo hari Kementerian Dalam
Negeri Palestina di Gaza mengeluarkan sebuah pernyataan tentang
tingginya tingkat radioaktif di lokasi-lokasi pemboman. Kementerian juga
mengatakan zionis memakai senjata tidak biasa untuk menyerang warga
sipil Gaza.
Menurut Silverstein, jika benar ada elemen tungsten maka hal tersebut
merupakan indikasi kuat penggunaan DIME. Lalu soal kandungan uranium
dalam senjata-senjata IDF, berikut sejumlah karakteristiknya: Uranium
rendah (depleted uranium/DU) itu sangat padat dan memiliki sifat
pyrophoric yaitu sangat mudah menimbulkan percikan api ketika membentur
benda keras lainnya, terutama besi.
Penggunaan DU disukai karena sifat pyrophoric dan self sharpening-nya
yang ketika pecah akibat tumbukan semua pecahannya berujung tajam.
Pelepasan energi panas DU menyebabkan ia hancur menjadi debu dan akan
terbakar bila terkena air. Dan ketika DU mengenai kendaraan lapis baja
bisa menimbulkan percikan api yang cukup besar untuk menyulut amunisi
dan bahan bakar.
Silverstein juga mengungkapkan bahwa sumber zionis telah mengakui
kepadanya bawah IDF menggunakan DU dalam serangannya di Gaza. Namun,
ujarnya, sumber itu tidak menyebutkan apakah DIME juga digunakan atau
tidak. Komisi HAM PBB telah meminta sejumlah negara anggota untuk
mengekang penggunaan senjata jenis itu. Parlemen Eropa telah melarang
penggunaan senjata DU.
DU akan mengganggu fungsi-fungsi normal ginjal, otak, liver, jantung
dan sejumlah sistem lainnya bisa terkena efek ledakan uranium karena
uranium adalah baja beracun. Meskipun tingkat racun DU masih dibawah
baja berat lainnya, seperti arsenik dan merkuri.
Dokter-dokter militer Inggris telah memperingatkan Kementerian
Pertahanan Inggris bahwa ledakan dari DU dapat meningkatkan risiko
penyakit paru-paru, kanker otak dan getah bening.
Sudah menjadi tabiat zionis untuk mengeksploitasi senjata apapun,
tidak peduli apakah itu kontroversial atau bahkan ilegal untuk menyerang
masyarakat sipil. Hal ini termasuk bom klaster, fosfor putih dan DIME
yang semuanya telah dipakai zionis selama berbagai serangannya di
wilayah sipil di Gaza dan Lebanon.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Tidak ada komentar
Posting Komentar