IKADI Aceh Melaksanakan MUSWIL II
![]() |
| Suasana Muswil IKADI Aceh/salamberita.com |
Banda Aceh (27/01) Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Da’i Indonesia Aceh (DPW IKADI Aceh) melaksanakan Musyawarah Tingkat Wilayah (MUSWIL) ke – II, yang berlangsung selama dua hari, 26-27 Januari 2013 di Hotel Permata Hati Banda Aceh.
Dalam laporan panitia pelaksana, peserta MUSWIL II berasal dari 23 Kabupaten/kota se Provinsi Aceh. “dalam dua hari MUSWIL IKADI ACEH ke-2 ini, kita menargetkan terpilihnya, ketua beserta pengurus IKADI ACEH periode 2013-2017, serta penyusunan program kerja jangka pendek, menengah dan jangka panjang selama masa jabatan”. Ungkap Nur Pramayudi, Msi., Ketua Panitia pelaksana.
Dalam sambutan ketua lama IKADI ACEH (2007-2012), DR. Muhammad Yasir Yusuf, sangat berterimaksih kepada Pemerintah Aceh yang sangat mendukung segala bentuk kegiatan dakwah yang diselenggarakan oleh IKADI Aceh. “Pemerintah Aceh sangat mendukung program-program IKADI, hal ini dibuktikan dengan anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Aceh untuk kelancaran dakwah di Aceh”. Tutur Ust. Muhammad Yasir yusuf.
MUSKIL IKADI ACEH dibuka oleh kepala Biro Isra Aceh, yang diwakili oleh Kabag. Agama dan Peran Ulama Biro Isra Sekda Aceh, Ir. Sulaiman, MP.
“Peran IKADI sangat ditunggu dan sangat diharapkan dalam memberikan kesadaran dan pembinaan masyarakat Aceh umtuk memahami Islam, menjalankan Islam dan bersenergi dengan Pemerintah Aceh Dalam menjalankan program-program pemerintah dalam mensosialisasikan berbagai kebijakan pemerintah untuk Aceh yang lebih baik dan bermartabat. Peranan IKADI dalam pembangunan aceh sangat diharapkan terutama dalam membentuk karakter Masyarakat. Karena itulah dengan IKADI benar-benar diharapkan dapat membahani dan memberikan masukan kepada Pemerintah dalam membangun daerah yang lebih baik. Pemerintah aceh tidak bisa membangun Aceh tanpa dukungan dari berbagai pihak termasuk IKADI Aceh”. Ungkap Ir. Sulaiman, MP.
“Keberadaan IKADI juga dituntut memberikan pemahaman kepada umat Islam untuk mengikuti ajaran Islam yang benar dan mempunyai akhlak yang baik. Keberadaan IKADI diharapkan dapat memberi masukan kepada pemerintah yang bertujuan memperbaiki Ummat. Kita mengakui, jumlah juru dakwah tidak sebanding dengan jumlah penduduk, sehingga IKADI ACEH mempunyai peranan besar mensukseskan program pembangunan, khususnya soal ahklakul kharimah”. Tambahnya.
“IKADI ini ibarat garam bagi sebuah masakan, biarpun kadarnya sedikit, tapi sangat dibutuhkan, dan IKADI adalah mitra pemerintah Aceh.”tutup Ir. Sulaiman, MP., KABAG Agama dan Peran Ulama Biro Isra Sekda Aceh.[salamberita.com]

Tidak ada komentar
Posting Komentar