Berkah di Balik Musibah PKS
oleh: popie susanty
Liputan
pergantian Presiden PKS di beberapa media secara Live memberi dampak
yang tak terduga bagi beberapa kader PKS. Tak hanya bagi kader,
pergantian sangat kilat itu saya duga akan mempengaruhi persepsi bahwa
Partai Islam terbesar ini justru bisa cepat bangkit dari tsunami politik
yang menerjangnya. Bahkan sangat mungkin, publik yang sebelumnya tidak
tahu tentang tradisi dan pesan-pesan yang dibawa PKS dalam berpolitik
tersampaikan secara luas, gratis pula.
Di
TVone misalnya, siaran langsung yang didalamnya berisi acara Pengumuman
pergantian Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) yang mengundurkan
diri, disiarkan sekitar 30 menit. Belum lagi Kompas TV, ANTV dan Metro
TV yang kabarnya juga turut menyiarkan acara ini. Saya sendiri tidak
sempat menyaksikan acara ini, meski sebelum Juma’atan sudah ada yang
mengirim SMS, bahwa akan ada siaran langsung Pengumuman Pergantian
Presiden PKS di Kantor DPP PKS. Saya kemudian mencari-cari video siaran
pergantian pimpinan tertinggi pengurus harian Partai Islam ini di
situs-situs televisi Swasta. Akhirnya saya bisa menonton ulang siaran
yang banyak ditunggu masyarakat khususnya kader PKS di situs TVone
melalui video streaming.
PKS
sangat rapi menyiapkan acara pergantian pucuk pimpinan pengurus
hariannya. Meski hanya sehari usai pernyataan LHI yang mengundurkan diri
dari Presiden PKS, setting acara yang dibuat PKS sangat tertata.
Dimulai dari Pengumuman pengganti LHI oleh Ketua Majelis Syuro, Hilmi
Aminudin, sampai ke orasi Politik Presiden baru PKS, Muhammad Anis
Matta, semuanya berjalan mulus. Sepertinya PKS menyadari bahwa momen
penting dan sangat berharga ini sangat mubazir bila tidak dimanfaatkan
untuk menyebarkan pesan-pesan perjuangan organisasi yang menyebut
dirinya Partai Dakwah ini.
Begitu
pentingnya momen ini, PKS memanfaatkan liputan Live media juga untuk
menyampaikan taushiyah politik pada kader-kadernya yang kini dilanda
kegalauan luar biasa. Pesan-pesan dengan istilah khusus seperti ikhwah,
antum dan kutipan ayat-ayat Alquran adalah khas materi pesan-pesan
pimpinan PKS pada kader-kadernya. Pesan-pesan ini ternyata mampu
menggetarkan kader-kader PKS yang hadir di Kantor DPP PKS.
Saya
tidak melihat siapa saja yang menangis di acara itu. Media yang
meliputlah yang memberitakan dan saya sangat memahami itu.
Hentakan-hentakan dalam orasi M. Anis Matta dalam orasinya memang
menghanyutkan para pendengarnya. Simak dua liputan yang menggambarkan
betapa suasana emosional mampu memancar dari pidato Wakil Ketua DPR RI
ini.
Tangis Kader yang Mengharukan di DPP PKS
Tangis dan Takbir Sambut Pidato Presiden Baru PKS
Anis Matta sendiri sempat berkaca-kaca matanya ketika menyebut kata LHI dengan nada sangat melankolis,
“Saya mencintainya”
“Kami semua mencintainya”
Anis
Matta dalam orasi perdananya menegaskan bahwa PKS sedang melakukan
pembenahan partai dari ancaman penghancuran dan melakukan control
perusakan. Dengan dipilihnya Anis Matta, setidaknya PKS mampu
menunjukkan pada partai politik lain bahwa bila pimpinannya terkena
masalah, mereka tidak mengalami kegocangan organisasai. Meminjam istilah
AS Hikam, organisasi PKS tidak “mbulet” sehingga PKS langsung bertindak cepat, bersih-bersih partai.
Bersih-bersih partai secara tegas dimulai dengan pencanangan
“Pertaubatan Nasional” oleh Presiden PKS baru bagi seluruh kader PKS.
Budaya
politik PKS mengutamakan kepentingan organisasi ketimbang figur,
memikirkan jangka panjang ketimbang jangka pendek. Kader selevel Luthfi
Hasan Ishaq (LHI) juga tak sulit dicari di PKS.
“Di
partai ini juga tidak ada kendala-kendala seperti hubungan keluarga,
darah biru, dan tetek bengek lain seperti yang dikenal di parpol lain,”
sambungnya.
(Baca lensaindonesia.com : http://www.lensaindonesia.com/2013/01/31/manajemen-kontrol-kerusakan-pks-patut-diacungi-jempol.html)
PKS
sudah memulai langkah pentingnya dalam menangani konflik akibat masalah
yang menimpa petinggi partainya. Banyak komentar dari pengamat dan
orang awam terhadap langkah PKS dan isi orasi Anis Matta kemarin. Namun
yang pasti, beberapa atau bahkan banyak kadernya merasakan kelegaan yang
sangat karena beban mereka sedikit berkurang dengan proses pergantian
LHI.
Sungguh
juga mengagetkan, bahwa orasi Anis Matta kemarin (1/2/2013), ternyata
mampu membuka pikiran dan hati orang awam untuk bersimpati pada PKS.
Setidaknya ini bisa disimak dari kabar dari seorang teman saya di Jogja
melalui pesan BBM-nya :
“Kisah Nyata dari Malang”
“Di
DPC Sukun Malang, ada seorang ayah yang fanatik dengan P**P, sehingga
membatasi anaknya untuk tidak ikut acara-cara PKS, tapi setelah kemarin
sore, tatkala si Ayah meliat orasi Ust Anis Matta di TV, ada yang beda
dia rasakan, diapun merestui anaknya bergabung dengan PKS. Subhanalloh”
PKS yang dihujat, PKS yang dicerca, tapi ia
juga yang dibedah, dijadikan pusat perhatian dan tetap mendapat tempat
di masyarakat. Semakin dicerca, ada celah-celah keberkahan yang mereka
tuai. PKS seperti mendapat berkah di balik musibah.
PKS
berusaha memberikan contoh bagaimana urusan personal kadernya tidak
mampu meruntuhkan bangunan besar partai dan jamaahnya. Ketika disudutkan
dengan pemberitaan, PKS menjawab dengan melakukan bersih-bersih diri.
Ketika semua media meliput pergantian pimpinan puncak partai, PKS
mengisinya dengan pesan-pesan yang mampu menebarkan semangat dan merekat
cinta diantara kader-kadernya. Dan PKS juga membuka diri pada khalayak,
inilah kami, jamaah manusia, yang tak lepas dari salah namun tetap
yakin dengan langkah perjuangannya, menegakkan keadilan, memerangi
korupsi dan menjadikan Tuhan sebagai saksi utama dalam setiap
gerak-gerik hidup masyarakat.
sumber :kompasiana.com

Tidak ada komentar
Posting Komentar