Breaking News

Dua Menteri Senior Australia Mundur

CANBERRA,- Dua hari setelah Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengumumkan pemilu akan dilaksanakan 14 September, partainya, Partai Buruh mendapat guncangan politik besar.
Sehari sebelumnya, seorang anggota parlemen Craig Thomson dikenai 150 tuduhan berkenaan dengan jabatanya sebelumnya sebagai aktivis serikat buruh. Dan hari Sabtu (2/2/2013), dua menteri senior dalam pemerintahan dilaporkan akan mengundurkan diri. Mereka adalah Jaksa Agung Nicola Roxon dan Ketua Fraksi Partai Buruh di Majelis Tinggi, Chris Evans.
Menurut pemberitaan media Australia, PM Gillard akan mengumumkan bahwa posisi Roxon sekarang akan ditempati oleh anggota parlemen dari negara bagian Victoria Mark Dreyfus, dan menteri Imigrasi Chris Bowen menggantikan kedudukan Evans.
Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L. Sastra Wijaya, meski pengunduran diri ini disebut sebagai alasan pribadi, para pengamat politik Australia langsung menggambarkannya sebagai "krisis" karena terjadi hanya beberapa hari setelah pengumuman pemilu. Keduanya juga adalah tokoh senior dalam tubuh Partai Buruh Australia.
Roxon dikenal sebagai salah seorang tokoh paling dekat dengan PM Gillard, sementara Senator Evans sebagai ketua Senat merupakan tokoh senior ketiga tertinggi setelah PM Gillard, dan Wakil Perdana Menteri Wayne Swan.
Menurut situs smh.com.au, Chris Evans akan tetap menjadi anggota senat sampai 14 September namun tidak akan mencalonkan diri lagi.  Roxon juga akan bertahan sampai pemilu, namun sekarang akan bertugas sebagai anggota parlemen biasa.
"Roxon mengundurkan diri karena alasan pribadi. Anaknya lahir ketika dia menjadi anggota parlemen, dan dia ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak dan suaminya," kata Menteri Perdagangan Craig Emerson kepada televisi ABC.
Roxon menjadi anggota parlemen sejak tahun 1998. Pengunduran diri Chris Evans, yang sudah lebih dari 20 tahun menjadi anggota parlemen tampaknya akan memberi pengaruh lebih besar terutama di daerah asal pemilihannya, yaitu negara bagian Wester Australia. "Dia sudah capek dengan politik." kata sebuah sumber pemerintah.
"Chris memiliki akses dengan semua tokoh politik di Western Australia. Pemerintah akan kehilangan nilai jualnya di sana." kata seorang tokoh partai Buruh Mark Bishop.
sumber :kompas.com

Tidak ada komentar