Gatot-Tengku Erry Berpeluang Besar Menangkan Pilgub Sumut
![]() |
| GanTeng no.5/Antara |
JAKARTA - Pilgub Sumut akan berlangsung 7 Maret 2013.
Menurut pengamat politik dari Universitas Paramanida, Rico Marbun,
hingga saat ini popularitas incumbent Gatot Pujo Nugroho sangat tinggi
meninggalkan 4 kandidat lainnya. Rico pun membandingkan antara Pilgub
Jabar dengan Pilgub Sumut yang sama-sama ada calon incumbent-nya.
"Jika di Jabar, kekuatan popularitas dan elektabilitas calon agak merata. Tapi jika di Sumut, sepertinya empat pasangan calon harus berjuang keras menghadapi popularitas incumbent," kata Rico, Kamis (28/2) dalam rilisnya.
Menurut Rico, Gatot selain diuntungkan oleh jabatannya yang menggantikan Syamsul Arifin sebagai Gubernur Sumut juga diuntungkan cawagubnya, Tengku Erry Nuradi yang saat ini menjabat sebagai Bupati Serdang Bedagai.
"Pasangan incumbent Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi hingga saat ini masih lebih populer dibanding calon lain. Jika tidak ada perubahan peta politik, kans menjadi pemenang cukup besar," kata dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini.
Alasannya, lanjut Rico, luas wilayah Sumut sangat luas namun jumlah pemilihnya tidak terlalu banyak. Dibandingkan dengan Jawa Barat yang memiliki jumlah pemilih mencapai 28 juta, wilayah Sumut lebih luas daripada Jabar namun jumlah pemilih yang lebih sedikit dengan sebaran pemilih yang lebih rumit.
"Luas wilayah Sumatera Utara yang terdiri dari 33 kabupaten/kota menjadi faktor lain bagi kubu Gatot-Erry, keduanya cukup dikenal warga. Sementara bagi kandidat lain, tentu tidak mudah memperkenalkan diri ke tengah-tengah masyarakat Sumut hanya dalam waktu singkat di wilayah yang luas," kata Rico.
Menurut Rico, dalam Pilgub, mesin partai memang penting, tapi pengaruh utama ada pada masing-masing kandidat. "Elektabilitas lebih dipengaruhi faktor individu daripada parpol," tandas Rico.
Ada 5 pasang cagub bertarung di Pilgub Sumut. Yakni nomor urut 1 Gus Irawan Pasaribu-Soekirman diusung Partai Gerindra, (2) Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi diusung PDIP, (3) Chairuman Harahap-Fadly Nurzal diusung Partai Golkar, (4) Amri Tambunan-RE Nainggolan diusung Partai Demokrat, dan (5) Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi diusung PKS dengan Hanura. (berita99)
"Jika di Jabar, kekuatan popularitas dan elektabilitas calon agak merata. Tapi jika di Sumut, sepertinya empat pasangan calon harus berjuang keras menghadapi popularitas incumbent," kata Rico, Kamis (28/2) dalam rilisnya.
Menurut Rico, Gatot selain diuntungkan oleh jabatannya yang menggantikan Syamsul Arifin sebagai Gubernur Sumut juga diuntungkan cawagubnya, Tengku Erry Nuradi yang saat ini menjabat sebagai Bupati Serdang Bedagai.
"Pasangan incumbent Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi hingga saat ini masih lebih populer dibanding calon lain. Jika tidak ada perubahan peta politik, kans menjadi pemenang cukup besar," kata dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini.
Alasannya, lanjut Rico, luas wilayah Sumut sangat luas namun jumlah pemilihnya tidak terlalu banyak. Dibandingkan dengan Jawa Barat yang memiliki jumlah pemilih mencapai 28 juta, wilayah Sumut lebih luas daripada Jabar namun jumlah pemilih yang lebih sedikit dengan sebaran pemilih yang lebih rumit.
"Luas wilayah Sumatera Utara yang terdiri dari 33 kabupaten/kota menjadi faktor lain bagi kubu Gatot-Erry, keduanya cukup dikenal warga. Sementara bagi kandidat lain, tentu tidak mudah memperkenalkan diri ke tengah-tengah masyarakat Sumut hanya dalam waktu singkat di wilayah yang luas," kata Rico.
Menurut Rico, dalam Pilgub, mesin partai memang penting, tapi pengaruh utama ada pada masing-masing kandidat. "Elektabilitas lebih dipengaruhi faktor individu daripada parpol," tandas Rico.
Ada 5 pasang cagub bertarung di Pilgub Sumut. Yakni nomor urut 1 Gus Irawan Pasaribu-Soekirman diusung Partai Gerindra, (2) Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi diusung PDIP, (3) Chairuman Harahap-Fadly Nurzal diusung Partai Golkar, (4) Amri Tambunan-RE Nainggolan diusung Partai Demokrat, dan (5) Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi diusung PKS dengan Hanura. (berita99)

Tidak ada komentar
Posting Komentar