Golkar: SBY Harus Diberi 'Kartu Kuning'
![]() |
| Bambang Soesatyo |
JAKARTA, — Anggota Komisi III dari Fraksi
Partai Golkar Bambang Soesatyo menyinggung soal pernyataan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
memperjelas status Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Menurutnya, sikap SBY ini adalah sebuah bentuk intervensi halus yang harus diberikan "kartu kuning".
"Statement
kepala negara yang pertanyakan status ketua umumnya yang digantungkan
oleh KPK dan meminta diperjelas statusnya. Pendapat publik melihat apa
betul ini bentuk intervensi halus. Saya setuju kepala negara perlu
diberikan kartu kuning," ujar Bambang, Rabu (6/2/2013), dalam rapat
kerja dengan pimpinan KPK di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan.
"Kartu
kuning", lanjut Bambang, perlu diberikan kepada Presiden SBY lantaran
berusaha mengintervensi KPK. "Presiden mendesak soal Anas, tapi tidak
mendesak kasus wakilnya (Boediono) yang sudah lama dikatung-katung dalam
kasus Century," tutur Bambang.
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar
ini menuturkan sikap KPK selanjutnya atas permintaan Presiden itu bisa
menjadi buah simalakama.
"Ini buah simalakama kalau KPK lebih
cepat tangani masalah Anas di Hambalang, tapi Century tidak dipercepat.
Aneh," tutur Bambang.
Sebelumnya, KPK menemukan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan kewenangan terhadap dua pejabat BI ketika bail out Century dikucurkan.
Kedua
orang itu, yaitu BM (ketika itu Deputi bidang IV Pengelolaan Moneter
Devisa BI) dan SCF (ketika itu Deputi IV bidang Pengawasan). Keduanya
dianggap melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam pemberian Fasilitas
Pendanaan Jangka Pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal
berdampak sistemik.
Para anggota Timwas Century di DPR
berpendapat, sebagai Gubernur BI, Boediono harus ikut bertanggung jawab.
Pendapat itu juga masuk dalam keputusan Pansus Bank Century.
sumber: kompas.com

Tidak ada komentar
Posting Komentar