KPK Harus Ungkap Pajak Keluarga Presiden
![]() |
| Bapak jendral/wijayalabs.blogdetik.com |
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK), melalui direktorat laporan harta kekayaan
pejabat negara (LHKPN) mengungkap serius kasus pejabat yang punya
skandal pajak dan tidak melaporkan harta kekayaannya dengan benar.
Hal ini disampaikan oleh koordinator divisi politik ICW, Abdullah Dahlan di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (02/02/2013).
"Termasuk yang dilakukaan keluarga istana, jika tidak ada ketidakwajaran harus segera diusut," cetus Abdullah.
Dituturkan Abdullah jika selama ini belum ada preseden yang
menjadikan laporan LHKPN sebagai pintu masuk untuk melakukan cross check
lebih jauh terkait penindakan korupsi.
Bahkan laporan dari Pusat Pelaporan Analisis Transasksi Keuangan
(PPATK) yang memiliki domain hukum terkait aliran dana mencurigakan
termasuk LHKPN, menurut Abdullah tidak pernah ditindak serius oleh
kepolisian, kejaksaan maupun KPK.
Oleh karena itu menurutnya isu skandal kasus impor sapi yang
melibatkan dan menjadikan presiden PKS tersangka bukan merupakan
pengalihan isu. Karena menurut Dahlan isu PKS berdasarkan keterangan KPK
sudah lama terendus.
"Makanya penggelapan pajak jadi catatan tersendiri bagi penegak hukum, wajib ditindaklanjuti, segera," pungkasnya.
Seperti diketahui, Pelaporan pajak tahunan Presiden SBY beserta dua
anaknya, Agus Harimurti dan Edhie “Ibas” Baskoro, memunculkan tanda
tanya. Dalam Surat Pemberitahuan (SPT) yang bocor ke media, jumlah
simpanan kekayaan SBY lebih banyak dibanding penghasilan.
Keaslian dokumen pajak Presiden SBY tersebut dibenarkan oleh sejumlah
sumber yang bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan.
Data dalam dokumen itu merupakan pelaporan pajak SBY dalam SPT tahun
2011.
Dalam SPT 2011 yang dimasukkan pada kuartal pertama tahun 2012,
sejumlah kejanggalan terlihat. SBY mendapat penghasilan Rp 1,37 miliar
selama satu tahun menjabat sebagai presiden dan mendapat tambahan Rp 107
juta dari sejumlah royalti.
Anehnya, pada tahun yang sama 2011, Presiden SBY diketahui membuka
sejumlah rekening bank dengan total nilai mencapai Rp 4,98 miliar dan
589.188 dollar AS atau sekitar Rp 5,7 miliar (kurs Rp 9.600 per dollar
AS). Dari mana kekayaan tersebut berasal?
sumber : [centroone.com ]

Tidak ada komentar
Posting Komentar