Pemerintah Malas Eksplorasi Minyak
![]() |
| Sebanyak 52 sumur minyak Pertamina nganggur (pertamina.co.id) |
JAKARTA - Produksi minyak mentah Indonesia telah
mengalami penurunan signifikan setiap tahunnya, dari data BPS tahun 2013
hanya dapat ditargetkan 830.000 barel perhari. Tahun lalu hanya mampu
mencapai 826.000 barel perhari.
Pada 2001 Indonesia masih mampu memproduksi minyak 1,3 juta barel
perhari. Produksi minyak merosot terus terjadi sejak pemerintahan SBY.
Pada 2007, produksi turun menjadi 964.000 barel, hingga 2012 hanya
826.000 barel perhari. Diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra
Fadli Zon dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa (19/2).
Sejatinya kebutuhan minyak perhari mencapai 1.3 juta barel. Sementara
produksi kita hanya mampu 826.000 barel perhari. Sisanya, ditutup lewat
impor dan biaya subsidi.
"Pemerintah beralasan penyebab penurunan produksi karena berkurangnya
cadangan minyak lantaran usia sumur yang sudah tua. Di awal periode
kedua SBY, sebanyak 52 sumur minyak milik Pertamina menganggur. Selain
itu, ada juga sumur minyak yang dihentikan kegiatan operasinya oleh
Pertamina karena tak ada dana," tegas Fadli Zon
"Menunjukkan pemerintah kita malas untuk berpikir dan bekerja. Minimnya
produksi minyak, selalu diikuti oleh impor yang rawan perburuan rente.
Selalu ada pihak yang diuntungkan impor. Padahal, turunnya produksi
minyak kita lebih karena pemerintah yang malas mencari cara dan lamban
bergerak memberdayakan potensi minyak yang ada," tegas Fadli lagi.
Rencana produksi energi alternatif terbarukan seperti biodiesel dan
bioetanol juga tak mengalami kemajuan. Jika pemerintah mau bekerja
keras, maka produksi minyak pun akan meningkat. "Sehingga kita tak perlu
impor lagi dan harga BBM semakin terjangkau," pungkasnya.
sumber:berita99.com

Tidak ada komentar
Posting Komentar