Tiga sarana transportasi bebaskan Simeulue dari isolasi
|
atjehpost.com/AHMADI | Bandara Lasikin
|
TIGA
sarana pendukung transportasi publik membebaskan Simeulue dari isolasi
antarpulau. Ketiga sarana itu meliputi pelabuhan laut kapal penumpang,
pelabuhan laut kapal barang, dan bandar udara.
Untuk
transportasi laut, tersedia pelabuhan kapal feri di Kuta Batu, Kecamatan
Simeulue Timur. Luas pelabuhan ini mencapai 200 x 110 meter. Ada dua feri yang
berlabuh sini, KMP Teluk Sinabang dan KMP Teluk Singkil.
Dua
feri itu melayani pengangkutan penumpang rute Simeulue - Labuhan Haji, Aceh
Selatan, dan rute Simeulue - Pulau Banyak - Singkil- Aceh Selatan. Pelabuhan
feri di Kuta Batu berjarak sekitar enam kilometer dari Sinabang, ibu kota
Simeulue.
Sedangkan
pelabuhan kapal barang atau kargo hanya terpaut satu kilometer dari Sinabang,
tepatnya di Desa Suka Jaya, Kecamatan Simeulue Timur.
Pelabuhan
kargo berstandar kelas III itu dapat disandari kapal bertonase 1.824 ton M2.
Panjang dermaga 12,6 meter dan lebarnya 15 meter.
Sementara
itu untuk angkutan udara, Simeulue memiliki Bandara Lasikin yang panjang
landasan 1.400 meter. Bandara Lasikin sering digunakan pesawat berbadan kecil
seperti Cesna, Merpati dan NBA. Bandara ini terletak sekitar 12 kilometer dari
Sinabang.
"Kita
telah memiliki sarana pendukung yang lengkap, sebagai kabupaten kepulauan telah
terbebas dari isolasi," ujar Bupati Simeulue Riswan NS kepada
ATJEHPOSTcom, Minggu 24 Februari 2013.
Namun,
kata Riswan, untuk pelabuhan yang masih mengganjal ialah kurangnya kapal
penyeberangan. "Dan masih dibatasi jadwal penyeberangannya, seharusnya
setiap pagi dan sore," ujar Riswan.
Sedangkan
pesawat dari Bandara Lasikin, kata dia, melayani rute ke Polonia, Medan, setiap
hari, pagi dan sore. "Namun untuk rute Banda Aceh dan kabupaten tetangga,
sangat jarang dan perlu perhatian dari Pemerintah Aceh," ujar Riswan.
sumber:atjehpost.com
Tidak ada komentar
Posting Komentar