Anak Yatim Di Aceh Utara mengikuti penyuluhan kesehatan
| sedang mempraktekkan cuci tangan yang benar |
“Hasil check up pada 2.400 anak yatim korban konflik dan korban tsunami, kami temukan sekitar 82 persen dari mereka mengalami gangguan gigi, seperti bolong, sakit berlanjut. Hal ini disebabkan karena kurang menjaga kesehatan gigi, dan minimnya pengetahuan,” ujar drg. Andri, Kamis (15/3), salah seorang dokter gigi dalam tim medis tersebut.
Menurutnya, walaupun tingkat gangguan belum mencapai tingkat bahaya, tapi mereka harus melakukan kontrol rutin setelah pemeriksaan ini ke rumah sakit. Karena mereka umumnya tinggal jauh dari rumah sakit di perkotaan, kontrolnya bisa ke puskesmas di tiap-tiap kecamatan.
Koordinator BMM Aceh Utara, Rahmad Ramadhan mengatakan, sejak 26 Desember 2012 hingga 20 Januari 2013, BMM melakukan check up di 16 kecamatan, antara lain, Sawang, Banda Baro, Muara Batu, Dewantara, Nisam Nisam Antara, Simpang Kramat, Syamtalira Bayu, Geureudong Pasee, Syamtalira Aron, Samudera, Tanah Pasir, Meurah Mulia, Tanah Luas, Matang Kuli dan Lhoksukon.
Selain melibatkan dokter gigi, BMM juga melibatkan dua dokter lain khusus anak-anak yaitu dr. Anda Saputra, MKes, dan dr. Riza, MKes. Pemeriksaan dua dokter ini menemukan anak-anak mengalami penyakit lain seperti gangguan pada pencernaan. Makanya mereka mengangkat tema “Cuci tangan yang bersih dan gosok gigi yang benar”.
Hasil medical check up tahun lalu disampaikan pada mereka, banyak ditemukan anak-anak yatim yang mengalami ganguan kesehatan gigi serta kesehatan pencernaan. Di akibatkan karena jarang cuci tangan di waktu makan dan menggosok gigi setelah makan.
“Setelah melakukan check up, kami melakukan penyuluhan secara bertahap pada tiap-tiap kecamatan. Tahap pertama 3-31 Maret, kami berikan penyuluhan di enam kecamatan dulu mulai kecamatan Lhoksukon, Tanah Luas, Sawang, Dewantara, Matang Kuli, dan Paya Bakong,” ujar Rahmad.(saif)
Tidak ada komentar
Posting Komentar