Ini Dia Profil Pasukan Grup II Kopassus yang Bermarkas di Kartosuro
![]() |
| Ilustrasi parade dari Korps Kopassus/tribunnews |
JAKARTA - TNI AD melalui Ketua Tim Investigasi Kopassus'>Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup II Kartosuro.
kasus penyerangan Lapas Cebongan, Sleman mengakui bahwa para pelaku
penembakan adalah anggota
Ada 11 orang yang terlibat dalam penyerangan tersebut terkait
penembakan empat orang tahanan yang terlilit kasus pembunuhan Serka
Santoso di Hugos Cafe.
Komando pasukan khusus atau lebih dikenal dengan sebutan Kopassus merupakan pasukan elite TNI AD dengan ciri khas Baret Merah, Pisau Komando dan loreng darah mengalir.
Kopassus
memiliki prajurit yang memilki kemampuan dan keterampilan khusus di
bidang metal, fisik, taktik dan tehnik untuk melaksanakan operasi khusus
terhadap sasaran yang bersifat strategis terpilih.
Kesatuan ini telah mampu berprestasi memberantas pemberontak DI/TII,
PRRI, Permesta, Pembebasan Irian Barat, menumpas pemberontakan komunis,
membebasakan sandera di pesawat Woyla Don Muang Bangkok, pembebasan
sandera peneliti Tim Loren di Mapenduma Iraian Jaya, menumpas gerakan
pengacau keamanan di bumi Nusantara dan ikut serta partisifasi dalam
pembebasan sandera di KM.Sinar Kudus serta penugasan-penugasan misi
perdamaian di luar negeri merupakan bukti konsistensi pengabdian "Korps
Baret Merah" sesuai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Janji Prajurit
Komando.
Kopassus
merupakan satuan yang bercirikan daya gerak, daya tempur dan daya tembak
yang tinggi. Mampu beroperasi dengan tidak tergantung pada waktu,
tempat, cuaca atau kondisi medan yang bagaimanapun sulitnya di 3 matra
(darat,laut maupun udara). Sebagai satuan khusus, Kopassus memiliki spesialisasi-spesialisasi kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya.
Markas Komando di Cijantung Jakarta Timur merupakan pusat pengambilan
keputusan yang secara cepat dapat diterusan ke Grup-Grup operasional,
Grup-1 Kopassus di Serang, Banten dan Grup-2 Kopassus
di Kartosuro, Jawa Tengah merupakan Satuan Para Komando yang mempunyai
kemampuan masuk dan meninggalkan daerah lawan dengan kecepatan dan
pendadakan yang tinggi, menggunakan berbagai sarana dan dalam kondisi
medan bagaimanapun sulitnya untuk melumpuhkan serta menghancurkan
sasaran yang ditargetkan dengan taktik dan tehnik bertempur yang dimilki
seperti operasi Komando, Raid, Gerilya lawan Gerilya serta dapat
mengambil bagian dalam operasi Lintas Udara, Mobilitas Udara dan operasi
Amphibi.
Sementara Grup-3 Kopassus
yang berkedudukan di Cijantung adalah pasukan Sandi Yudha yang mampu
melakukan infiltrasi dan eksfiltrasi ke daerah lawan dengan cara yang
sangat tertutup untuk melaksanakan tugas pokonya.
Sebagai satuan yang berintelektual tinggi dan bermental baja Sandi
Yudha hidup dari sumber setempat dengan memanfaatkan potensi wilayah
serta mampu melaksanakan pertempuran dengan kelompok kecil hingga
perorangan. Satuan-81 Kopassus
di Cijantung adalah satuan penanggulangna teror yang mampu melaksanakan
operasi anti teror dari berbagai objek sperti gedung, Bus, Kapal,
Kereta Api, hingga Pesawat Udara baik di daerah sendiri maupun di daerah
lawan.
Operasi penghancuran dan operasi penjinakan bahan peledak merupakan salah satu ciri khas Satuan-81 Kopassus yang terus menerus menempa diri dengan latihan-latihan.
Kartosuro sebagai markas Grup II Kopassus
sejatinya hanya sebuah kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Tetapi, Kartosuro tampak lebih hidup dari Sukoharjo. Itu karena letak
strategis Kartosuro di persimpangan tiga kota penting di Jawa, Solo,
Yogyakarta, dan Semarang.
Titik persimpangan tiga kota pusat budaya Jawa itu ditandai dengan sebuah tugu. Orang sekitar mengenalnya Tugu Kartosuro.
Satu kilometer dari Tugu Kartosuro ke arah selatan, adalah markas Grup 2 Kopassus.
Markasnya sangat luas, hampir satu desa. Sering disebut sebagai Kandang
Menjangan, karena memang dulunya dikenal hutan tempat rusa berkumpul.
Markas ini masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo, tetapi di seberang
jalannya, masuk wilayah Kabupaten Boyolali.
Warga sekitar yang melewati markas Kopassus tersebut juga dilarang bertingkah aneh dan sembarangan, jika dilanggar sanksi pun akan dikenakan.
Sering, kalau ada orang mengendarai kendaraan sembarangan di depan
markas itu, dihukum push up oleh petugas jaga. Warga sekitar tahu, itu
adalah markas salah satu Korps militer paling disegani di Indonesia.
Korps paling elit.(tribunnews)

Tidak ada komentar
Posting Komentar