PM Palestina Ingin Kunjungi Aceh
Palestina. Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah
mengatakan bahwa dirinya berniat mengunjungi Aceh setelah mendengar
kepedulian rakyat Aceh terhadap Palestina. Haniyeh juga tertarik untuk
melihat penerapan syariat Islam di Aceh.
Keinginan PM Palestina
itu disampaikan melalui Wali Kota Beitlahiya yang menerima kunjungan
Relawan Aceh dan rombongan KNRP Indonesia, di Gaza, Selasa (9/4). Dua
utusan KNRP Aceh yang saat ini berada di Gaza untuk membawa bantuan
rakyat Aceh adalah, Tgk Makhyaruddin Yusuf dan Khairul Amal.
Humas
Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh, Mulyadi Nurdin
dalam siaran persnya kepada Serambi kemarin, mengatakan, relawan Aceh
beserta 25 orang relawan Indonesia hari Selasa diterima oleh Wali Kota
Beitlahiya, Izzuddin Dahnun. Mulyadi mendapat informasi tersebut
langsung dari Gaza melalui sms dari Tgk Makhyaruddin Yusuf.
“PM
Ismail Haniyeh menyampaikan salam kepada seluruh rakyat Aceh dan
berterima kasih atas kepedulian kepada Masjid Aqsa dan tanah Palestina
yang merupakan tanah seluruh umat Islam. Hal itu beliau sampaikan
melalui Wali Kota Beitlahiya,” tulis Makhyaruddin kepada Mulyadi Nurdin.
“Dalam
pesannya PM Ismail Haniyeh yang kerap disapa Abu Abid menyampaikan akan
mengunjungi Indonesia, khususnya Aceh, karena beliau bangga di Aceh
telah diterapkan syariat Islam,” tulis Makhyaruddin.
Makhyaruddin
Yusuf juga menggambarkan kesibukan rakyat Palestina yang sedang
giat-giatnya membangun negara yang porak-poranda digempur Israel
beberapa waktu lalu. Sehingga agenda pertemuan dengan PM Ismail Haniyeh
urung dilakukan. “Disebabkan padatnya agenda kenegaraan, membuat PM
Palestina Ismail Haniyeh belum bisa menjumpai delegasi Indonesia untuk
Palestina meskipun sudah dijadwalkan jauh-jauh hari,” tulis Makhyaruddin
lagi.
Sementara itu Wali Kota Beitlahiya, Izzuddin Dahnun
mengatakan bahwa Pemerintah Palestina siap bekerja sama dengan
Pemerintah Aceh dalam bidang pertanian, pendidikan, dan penerapan
syariat Islam. Menurut Makhyaruddin Yusuf hal itu juga pernah
disampaikannya kepada delegasi Aceh yang mengunjungi Gaza sebelumnya,
Saifunsyah.
“Meski Beitlahiya berbatasan langsung dengan wilayah
Palestina yang dijajah Israel, namun tidak menyurutkan langkah para
petani di sana untuk menghidupkan lahan pertanian yang sangat subur,
seperti menanam gandum, zaitun, kol, tomat, timun, semangka, apel,
jeruk, paprika, dan lain-lain,” sambung Mulyadi mengutip sms
Makhyaruddin Yusuf.
Walaupun kondisi rakyat Palestina masih
memprihatinkan, namun kepedulian mereka terhadap Aceh tetap ada. Hal ini
terlihat dari bantuan mereka saat Aceh diterjang tsunami tahun 2004
lalu. “Saat itu rakyat Palestina yang hidup susah, berhasil mengumpulkan
bantuan 10 ribu Dolar Amerika yang dikirim ke Aceh pada Januari 2005
lalu,” papar Makhyaruddin. (abm/knrp) /dakwatuna

Tidak ada komentar
Posting Komentar