UN Diundur, Siswa di Mataram Menangis
MATARAM – Sejumlah siswa yang akan mengikuti Ujian
Nasional
![]() |
| UN mundur, siswa di Mataram menangis (Antara) |
"Kami merasa kecewa dan kesal, karena sudah lelah belajar hingga pukul
02.00 WITA ternyata batal dilaksanakan hari Senin kemudian dimundurkan
sampai Kamis dan setelah kami masuk ruang ujian, tiba-tiba ada
pengumuman jadwal dimundurkan lagi sampai pukul 13.00 WITA," kata Asna
Askia, siswa SMAN 5 Mataram di Mataram, Kamis (18/4)
Pelaksanaan UN di Mataram awalnya berjalan lancar dimana pukul 07.00 WITA para siswa sudah memasuki ruang ujian. Namun tanpa diduga para siswa diminta berkumpul di lapangan sekolah untuk menyampaikan pengumuman pengunduran jadwal UN.
Mendengar pengumuman itu, sebagian siswa langsung menangis karena merasa kesal setelah pelaksanaan UN ditunda dua kali kendati penundaan hanya sekitar enam jam. Mereka mengharapkan tidak ada penundaan atau pengunduran jadwal lagi.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB H Lalu Syafi`i mengakui adanya pengunduran jadwal UN. Namun pihaknya tak dapat berbuat banyak, sebab perintah penundaan pelaksanaan UN datang dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh.
"Karena harus dilaksanakan secara serentak. Jadi kita tidak boleh mulai pelaksanaan UN tersebut sebelum naskah soal di Lombok Tengah lengkap," pungkasnya./berita99
Pelaksanaan UN di Mataram awalnya berjalan lancar dimana pukul 07.00 WITA para siswa sudah memasuki ruang ujian. Namun tanpa diduga para siswa diminta berkumpul di lapangan sekolah untuk menyampaikan pengumuman pengunduran jadwal UN.
Mendengar pengumuman itu, sebagian siswa langsung menangis karena merasa kesal setelah pelaksanaan UN ditunda dua kali kendati penundaan hanya sekitar enam jam. Mereka mengharapkan tidak ada penundaan atau pengunduran jadwal lagi.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB H Lalu Syafi`i mengakui adanya pengunduran jadwal UN. Namun pihaknya tak dapat berbuat banyak, sebab perintah penundaan pelaksanaan UN datang dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh.
"Karena harus dilaksanakan secara serentak. Jadi kita tidak boleh mulai pelaksanaan UN tersebut sebelum naskah soal di Lombok Tengah lengkap," pungkasnya./berita99

Tidak ada komentar
Posting Komentar