Breaking News

2013, Dominan Kecelakaan Laut

Foto: Antara
JAYAPURA -
Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) menyebutkan daftar musibah di Indonesia pada 2013. Berdasarkan data Basarnas, dominasi kecelakaan terjadi pada kapal di laut.

"Musibah di Indonesia tahun ini banyak didominasi kecelakaan kapal di laut. Mulai dari nelayan yang hilang di laut, nelayan yang kapalnya terbalik, kapal yang terbakar dan kapal yang tenggelam. Kapal yang tenggelam terakhir ini di Ambon, 25 orang berada di dalamnya, dimana 21 orang selamat 4 orang meninggal dunia. Dan pada pekan lalu di Pangkal Pinang ada kapal yang terbakar dengan 206 penumpang dialamnya," kata Direktur operasional dan latihan Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Brigjen TNI Tatang Zaenudin saat berada di Jayapura, Papua, Kamis (29/8).

Tatang menambahkan, dalam kecelakaan laut di Pangkal Pinang, pihaknya berupaya semampunya. Dalam manifest sekian orang tetapi tidak sesuai dengan isinya manifest.
“Kita sudah temukan, bahkan lebih dari manifest tapi ternyata masih ada yang melaporkan sekian. Nah, dalam kasus ini, siapa yang bersalah?," katanya.

Masalah seperti itu, tegas Tatang pernah ditemui saat menangani kasus di Sungai Mahakamn Kalimantan. Ketika itu, dirinya sudah menyampaikan jauh-jauh hari saat menangani kasus di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur kepada pengusaha angkutan darat, laut dan udara agar mengecek sarana prasarana yang akan digunakan beroperasi harus layak.
“Petugas atau aparat yg ada di bandara, pelabuhan, terminal harus benar-benar sesuaikan dengan aturan. Misalnya bus itu hanya dapat menampung 50 penumpang, jangan dibikin penumpang berdiri hingga 60 orang. Kalau kapal kapasitasnya 200 penumpang, jangan muat sampai 250 sampai 300 penumpang," tegasnya.
Tatang mengaku tidak memiliki kewenangan atas kondisi kapal, sebab pihaknya hanya mengkhawatirkan saja. Sedangkan kewenangan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Syahbandar secara hukum.
“Pihak kepolisian juga sebenarnya bisa bertindak. Kalau kesannya didiamkan, sebenarnya ada pihak yang bertanggung jawab. Tahu sendiri apa yang mereka lakukan untuk apa, untuk kepentingan siapa. Ini yang saya tidak setuju," pungkasnya./berita99.com

Tidak ada komentar