Breaking News

Risalah dari Ikhwan Muslimin Aksi Damai Kami, Rahasia Kekuatan Kami

Bismillahirrahmanirrahim
Risalah dari Ikhwan Muslimin
Aksi Damai Kami, Rahasia Kekuatan Kami

Alhamdulillahirabbil 'Alamiin,
Salawat serta salam utk baginda Rasulullah, sahabatnya dan siapa yg mengikutinya, wa bakdu:

Pelaku kudeta sudah sampai pd penumpahan darah org2 yg tidak bersalah, dan melenyapkan nyawa2 yang suci dengan semena-mena. Mereka menutup telinga dan mata mereka dr peringatan Allah Taala:

"Sesungguhnya barangsiapa yg membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya..) (Almaidah:32).

Mereka melupakan peringatan Allah Subhanahu wa Taala:
"Dan barangsiapa yg membunuh seorang mukmin dgn sengaja maka balasannya ialah neraka jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yg besar baginya". (An-nisa:93).

Mereka melupakan arahan dan peringatan Rasulullah Saw dalam sabdanya:
"Lenyapnya dunia ini lebih ringan bagi Allah drpd membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang benar".

Pelaku kudeta tidak puas dengan terbunuhnya ribuan syuhada. Mereka ingin menambahnya dengan ribuan yg lain di penjara, tempat penahanan, kantor2 polisi dan militer. Bahkan mrka melakukan jenis siksaan yg paling buruk kpd para tahanan hingga menyebabkan terbunuhnya puluhan orang, dan itu di luar aturan hukum, yg mengagetkan seluruh orang yg memiliki perasaan di dunia ini.

Revolusi Damai, Jihad Terbesar

Rasulullah Saw bersabda: "(termasuk) Jihad yg paling besar itu adalah berkata yang haq di depan penguasa zalim". Dalam riwayat lain, bahwa Rasulullah Saw ditanya: "jihad apakah yg paling mulia?
Rasulullah menjawab: "Perkataan yg Haq di depan penguasa zalim".

Kezaliman apalagi dan ketidak adilan mana lagi yg sangat besar bagi hamba Allah seperti yg dilakukan pelaku kudeta berdarah ini? Oleh karena itu menentangnya dengan perkataan yang haq adalah cara terbaik menghadapi upaya mereka sebagaimana terkandung dlm hadis Nabi Saw tadi. Dan itulah yg dilakukan gerakan rakyat yg merdeka di Mesir ini yg keluar ke jalan-jalan dan lapangan terbuka sembari mengatakan kepada pelaku kezaliman: "Irhal! Anta Zhaalim!" (Pergilah! Anda telah melakukan kezaliman!)

Jika umat ini tidak melakukan hal tersebut dan tidak keluar ke jalan-jalan, maka mereka berdosa dan akan dibinasakan karena sifat pengecut dan kelemahan mereka.  Rasulullah saw bersabda:
"Jika kalian melihat umatku takut kepada org zalim utk mengatakan kepadanya: Innaka Anta Zhaalim (sesungguhnya anda zalim), maka mereka sudah (layak) ditinggalkan". Artinya: ada dan tiadanya mereka adalah sama.

Adapun perlakuan pelaku kudeta berdarah kpd demonstran damai dgn membunuhi mereka, sesungguhnya itu menghantarkan pihak yang terbunuh kepada derajat "Sayyidus Syuhadaa'" Hamzah bin Abdul Muthalib Ra. Rasulullaah Saw bersabda:
"Sayyidus Syuhadaa" (penghulu para syuhada) itu Hamzah, dan orang yang datang kepada penguasa zalim dan menyampaikan perintah dan larangan Allah, lalu dia dibunuh".

Maka mari kita jaga aksi revolusi dan gerakan kita dengan cara damai. Hendaklah kita berani menyampaikan kebenaran dengan terang-terangan di hadapan pelaku kudeta. Dan kita terus melakukan aksi damai ini hingga Allah mewujudkan harapan kita; kebebasan dan kemuliaan. Jika tangan2 khianat pelaku kudeta itu membunuh kita maka kita menjadi syahid dan ganjaran kita ada pada Allah, sesungguhnya cukuplah Allah bagi kita dan sebaik2 wakil kita.

Sesungguhnya Pelaku Kudeta berjalan di atas jejak Firaun, bahkan melampauinya. Mereka ingin memprovokasi para pemuda dari umat ini secara umum, dan dari gerakan Islam secara khusus, ingin menyeret mereka kepada tindak kekerasan yg tiada berakhir. Mendorong mereka utk meninggalkan aksi damai dan terjatuh dlm kubangan kekerasan dan balas kekerasan. Oleh karena itu, hendaklah kita wahai para revolusioner yg bebas merdeka dr seluruh gerakan kebangsaan utk tidak memberikan kpd mereka apa yg mereka inginkan. Hendaklah kita tidak meninggalkan ciri khas terkuat dlm gerakan revolusi kita yaitu "silmiyyatuna" (gerakan damai). Walau bagaimanapun besar pengorbanan yg kita persembahkan, itu lebih baik drpd membalas perlakuan kekerasan yg sama kpd pelaku kudeta berdarah ini. Dengan izin Allah kita akan tetap ada dan revolusi damai kita akan menang atas seluruh peralatan senjata mereka.

Janganlah berputus asa, karena putus asa itu bukanlah akhlaq para pejuang.

Walaupun ujian silih berganti, itu tdk akan berpengaruh pd seorang mukmin kecuali menambah tsiqah nya pada Tuhannya, menambah kokoh dlm memegang ajaran agamanya, dan menambah keyakinan dalam dirinya bahwa dia berada di jalan yg benar.
"Dan tatkala orang2 mukmin melihat (ahzaab) golongan-golongan yg bersekutu itu, mereka berkata: "inilah yg dijanjikan Allah dan RasulNya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yg demikian itu tidak menambah kpd mereka kecuali iman dan ketundukan". (Al-ahzab:22).

Sesungguhnya barangsiapa yg membawa risalah al-haq mengetahui bahwa harga yang mahal harus dibayar sebagai bukti ketulusan imannya. Dibayar dengan hartanya, waktu rehatnya, keamanannya dan bahkan dengan jiwanya.
"Dan sungguh Kami akan berikan cobaan kepadamu, dgn sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan...". (Albaqarah:155)
Akan tetapi seorang mukmin tidak akan putus asa akan janji Tuhannya. Tidak akan mengganti akidah dan sikapnya. Menghadapi cobaan dengan sebaik-baik kesabaran hingga dia mampu mengatasinya.
"...dan berikanlah berita gembira kpd orang2 yg sabar. Yaitu orang2 yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "inna lillahi wa innaa ilayhi raaji'uun". Mereka itulah yg mendapat keberkatan yg sempurna dan mereka itulah orang2 yg mendapat petunjuk". (Albaqarah:155-156).

Begitulah seorang mukmin yang tidak pupus harapannya dalam mengharap rahmat Allah. Keyakinannya tidak goyah akan pastinya bantuan dari Allah. "Dan kami selalu berkewajiban menolong orang2 yg beriman". (Ar-rum:47).

Oleh sebab itu dan sebab lainnya kami tidak akan berputus asa wahai para sahabat. Walau bagaimanapun perlakuan orang2 zalim itu, menangkap dan membunuh para qiyadah kami, mereka sekali-kali tidak akan mampu menangkap iman kami dan membunuh pemikiran kami. Karena kami bersatu karena risalah, bukan karena pimpinan dan tokoh individu. Walaupun kami mencintai merek, menghormati perjuangan mereka, dan kebanggaan kami pada diri mereka, apakah kami takut melemah dan hilangnya risalah kami karena ditangkapnya sebagian qiyadah kami dan sebagian lain gugur sbg syahid? Demi Allah, sekali-kali tidak.

Sesungguhnya dakwah yang haq ini tidak akan hilang dan mati. Bahkan dakwah ini sedang menanti kemenangan yang besar setelah melewati ujian. Maka berpegang teguhlah wahai orang2 yg bebas merdeka dengan dakwah kalian. Dan bertahanlah dengan memegang prinsip dan ajaran agama kalian. Dan jagalah selalu aksi2 damai kalian. Dan percayalah bahwa aksi damai kita lebih kuat dari peluru mereka. Dan yakinlah bahwa yg menang dan yg kekal adalah yg paling baik akhlaqnya, dan paling kuat iman dan keyakinannya.
"Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yg tidak ada harganya, adapun yg memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi".(Ar-Ra'd:17).

Jagalah selalu hubungan kedekatan dengan Allah:
"Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu" (albaqarah:45), dan jagalah selalu persatuan kalian. Dan fokuslah pada tujuan yang besar bagi gerakan dan perjuangan kalian; yaitu membebaskan negeri dan rakyat dari kehinaan, tekanan dan kezaliman. Dan mengembalikan revolusi 25 Januari dan seluruh nilai yg dikandungnya dari kepahlawanan,  persatuan dan kemuliaan. Dan janganlah berputus asa, karena putus asa bukanlah akhlaq para pejuang. Allah bersama kalian dan Allah penolong kalian.

Allahu Akbar...revolusi kita tetap damai. Jayalah Mesir yang merdeka dan stabil.

Ikhwan Muslimun
Cairo, 14 Syawal 1434 H.
21 Agustus 2013 M.

Tidak ada komentar