Mencari Pahlawan Indonesia (4)
Seri 04:K esabaran
oleh: Anis Matta,Lc
Tidak ada keberanian yang sempurna tanpa kesabaran. Sebab kesabaran
adalah nafas yang menentukan lama tidaknya sebuah keberanian bertahan
dalam diri seorang pablawan. Maka, ulama kita dulu mengatakan, “Keberanian itu sesungguhnya hanyalah kesabaran sesaat.“
Risiko adalah pajak keberanian. Dan hanya kesabaran yang dapat
menyuplai seorang pemberani dengan kemampuan untuk membayar pajak itu
terus-menerus. Itulah yang dimaksud Allah SWT dalam firman-Nya, “…Jika
ada di antara kamu dua puluh orang penyabar niscaya mereka akan
mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada di antara kamu seratus
orang (penyabar), niscaya mereka akan mengalahkan seribu orang kafir.”
(Al-Anfal: 65).
Ada banyak pemberani yang tidak dapat mengakhiri hidupnya sebagai pemberani. Karena mereka gagal menahan beban risiko. Jadi, keberanian adalah aspek ekspansif dari kepahlawanan. Akan tetapi, kesabaran adalah aspek defensifnya. Kesabaran adalah daya tahan psikologis yang menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban idealisme kepahlawanan, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. Coba simak firman Allah SWT ini, “Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar. Dan adalah mereka selalu yakin dengan ayat-ayai Kami.” (As-Sajdah: 24).
Ada banyak pemberani yang tidak dapat mengakhiri hidupnya sebagai pemberani. Karena mereka gagal menahan beban risiko. Jadi, keberanian adalah aspek ekspansif dari kepahlawanan. Akan tetapi, kesabaran adalah aspek defensifnya. Kesabaran adalah daya tahan psikologis yang menentukan sejauh apa kita mampu membawa beban idealisme kepahlawanan, dan sekuat apa kita mampu survive dalam menghadapi tekanan hidup. Mereka yang memiliki sifat ini pastilah berbakat menjadi pemimpin besar. Coba simak firman Allah SWT ini, “Dan Kami jadikan di antara mereka sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar. Dan adalah mereka selalu yakin dengan ayat-ayai Kami.” (As-Sajdah: 24).
Demikianlah kemudian ayal-ayat kesabaran turun beruntun dalam
Al-Qur’an dan dijelaskan dengan detil beserta contoh aplikasinya oleh
Rasulullah saw, sampai-sampai Allah menempatkan kesabaran dalam posisi
yang paling terhormat ketika Ia mengatakan, “Mintalah pertolongan dengan
sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sunguh berat,
kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” (Al-Baqarah: 45).
Rahasianya adalah karena kesabaran ibarat wanita yang melahirkan
banyak sifat lainnya. Dari kesabaraniah lahir sifat santun. Dari
kesabaran pula lahir kelembutan. Bukan hanya itu. Kemampuan menjaga
rahasia juga lahir dari rahim kesabaran. Demikian pula berturut-turut
lahir kesungguhan, kesinambungan dalam bekerja, dan yang mungkin sangat
penting adalah ketenangan,
Akan tetapi, kesabaran itu pahit. Semua kita tahu begitulah rasanya
kesabaran itu. Dan begitulah suatu saat Rasulullah saw mengatakan kepada
seorang wanita yang sedang menangisi kematian anaknya, “Sesungguhnya
kesabaran itu hanya pada benturan pertama” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, pahitnya dari kesabaran itu hanya permulaannya. Sebab,
kesabaran pada benturan pertama menciptakan kekebalan pada benturan
selanjutnya. “Mereka memanahku bertubi-tubi, sampai-sampai panah itu
hanya menembus panah,” kata penyair Arab nomor wahid sepanjang sejarah,
Al-Mutanabbi.
Mereka yang meniiliki naluri kepahlawan dan keberanian harus
mengambil saham terbesar dari kesabaran. Mereka harus sabar dalam segala
hal; ketaatan, meninggalkan maksiat, atau menghadapi cobaan. Dan dengan
kesabaran tertinggi. Sebagaimana perkataan Ibnu Qayyim, “Sampai akhirnya kesabaran itu sendiri yang gagal mengejar kesabarannya.“
sumber: Buku Mencari Pahlawan Indonesia

Tidak ada komentar
Posting Komentar