Breaking News

Gas Elpiji Tak Boleh Sesuai Mekanisme Pasar

LPIjI/ilustrasi
JAKARTA -- Pengamat ekonomi Hendri Saparini menegaskan pemerintah agar memasukan elpiji sebagai energi strategis, yang digunakan sebagian besar masyarakat. "Hampir semua rumah tangga di Indonesia menggunakan elpiji, tetapi itu tidak dimasukkan sebagai energi strategis seperti halnya BBM," ujar Hendri. 

Dalam wawancara dengan BBC, Hendri mengatakan elpiji adalah kebutuhan dasar, sehingga tak bisa dilepas pada mekanisme pasar. Sehingga sebaiknya presiden juga melakukan koreksi terhadap peraturan pemerintah, tidak hanya melakukan peninjauan kenaikan harga gas elpiji.
Menurut rencana, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menggelar rapat konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kenaikan harga elpiji non subsidi 12 kg, pada hari ini (Senin, 6/1).

Presiden mengatakan kenaikan harga elpiji 12 kg dilakukan setelah laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan BPK menunjukkan Pertamina mengalami kerugian hingga Rp 7,7 triliun, yang diakibatkan harga elpiji non subsidi yang dianggap terlalu rendah./Tajuk.co

Tidak ada komentar