Otoritas Dituntut Tanggungjawab Atas Korban Yang Gugur Disebabkan Kerjasama Keamanan
Jenin : Tokoh Hamas menuding otoritas Palestina dan aparat keamannnya bertanggungjawab penuh atas darah para syuhada yang gugur akibat kebijakan kerjasama keamanan dengan penjajah Israel.
Mengomentari tuduhan otoritas terhadap Dahlan yang terlibat dalam pembunuhan para pimpinan perlawanan, Nazih Abu Aun menyatakan, Hamas sejak awal memahami sejauh mana dampak dari kerjasama keamanan antara aparat otoritas dengan penjajah zionis, dan telah mengingatkan bahaya ini sejak lama.
Ketua otoritas Mahmud Abbas menggelar pertemuan dengan anggota majlis revolusi Fatah, seperti dilansir Al-Jazera, yang menyebutkan Dahlan terlibat dalam sejumlah operasi kejahatan, termasuk upaya gagal dalam pembunuhan terhadap komandan Brigade Izzudin Al-Qassam, Sholah Syahadah di Gaza.
Abu Aun menganggap statmen Abbas tersebut sebagai penegasan dan pengakuan sejauh mana dampak buruk dari kerjasam keamanan antara kedua pihak.
Abu Aun mengecam sikap diam gerakan Fatah sepanjang decade lalu atas tindakan Dahlan dan kejahatannya terhadap rakyat Palestina. disebutkan bahwa Fatah merupakan pihak yang mengklaim bahwa Dahlan merupakan salah satu tokoh pentingnya, saat menjadi komandan dan penggagas kekacauan keamanan di Gaza tahun 2007, saat itu ia menjabat sebagai penasehat keamanan nasional.
Abu Aun menyatakan, otoritas Palestina bertanggungjawab atas tumpahnya darah para syuhada Palestina yang menjadi korban kebiadaban Dahlan dan aparatnya. Setiap orang yang gugur oleh peluru Israel ada keterlibatan pihak keamanan otoritas Palestina dalam memudahkannya.
Abu Aun menyampaikan pertanyaan kepada ketua otoritas Mahmud Abbas dan para pimpinan Fatah, “Mengapa kalian menyembunyikan keterlibatan Dahlan dalam pembunuhan para pimpinan dan tokoh Palestina sepanjang decade lalu?” menyembunyikan kejahatan sama dengan terlibat dalam kejahatan itu sendiri, ungkapnya. ( info Palestina )

Tidak ada komentar
Posting Komentar