Pengamat: Pertanyaan JK Soal HAM Senjata Makan Tuan
JAKARTA -- Debat capres-cawapres antara Prabowo Suianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Muhammad Jusuf Kalla (JK) putaran pertama dinilai memberi keuntungan kepada pasangan Koalisi Merah Putih. Itu lantaran menurut pengamat politik UI Abdul Mutaali pertanyaan, cawapres JK terhadap pelanggaran HAM kepada Prabowo justru menjadi senjata makan tuan untuk pasangan Jokowi-JK.
"Pasalnya, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Prabowo untuk menjelaskan historis tragedi 98 dengan segala motif perlindungan terhadap bangsa dan masyarakat Indonesia," tutur Mutaali saat dihubungi Republika Online, Selasa (10/6).
Dalam hal ini, kata dia, Prabowo berhasil mengklarifikasi masalah HAM itu dengan sangat elegan dan patriotik. Dia menyatakan, dengan pertanyaan JK maka telah menimbulkan stigma baru bagi koalisi PDIP yang dilabeli sebagai koalisi yang tidak memiliki etika.
"Sinisme JK juga membuyarkan image pasangan nomor urut dua, yang dikenal jujur dan merakyat, berubah menjadi penuh sentimen dan ambisius," ujar Mutaali.
Dia menambahkan, di Pilpres 2009, Prabowo adalah cawapres pendamping Megawati Soekarnoputri. Andaikan Megawati menilai Prabowo tokoh pelanggar HAM, kata dia, tentu ketua umum PDIP tersebut tidak akan mau menjadikan Prabowo sebagai cawapres. Apalagi, bangsa Indonesia mengenal sosok Megawati sebagai tokoh pembela HAM. Karena itu, debat capres itu dinilai memberi keuntungan kepada Prabowo-Hatta. (ROL)
Tidak ada komentar
Posting Komentar