Breaking News

LAPAN Rancang Pesawat Sesuai Geografis Indonesia

Menristek Dikti Muhammad Nasir - (foto: Riset)

Mataram - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sedang merancang pesawat komersial dengan jarak tempuh pendek sesuai kondisi geografis Indonesia, demikian ungkap Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir.

"Riset pesawat sudah hampir selesai, prototipenya jarak pendek sesuai kondisi geografis Indonesia," ujarnya usai ramah tamah dan dialog dengan civitas akademika Universitas Mataram di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (20/2/2015).

Ia mengatakan, riset pesawat komersial sesuai kondisi geografis Indonesia itu dilakukan karena potensi pasarnya di Indonesia pun ada.

"Market share pesawat di Indonesia, dalam kurun waktu lima tahun mencapai 200 unit, sedangkan PT Dirgantara Indonesia hanya mampu memproduksi 24 unit pesawat per tahun," jelasnya.

Artinya, dari potensi pasar pesawat di Indonesia, yang mampu dipenuhi PT DI hanya 120 unit selama lima tahun.

"Makanya, hasil riset LAPAN terkait pesawat komersial dengan jarak tempuh pendek itu nanti juga akan digunakan oleh PT Dirgantara Indonesia," ujarnya.

Kemenristek Dikti terus mendorong para peneliti baik yang ada di lembaga penelitian maupun di perguruan tinggi negeri untuk terus berinovasi melakukan riset ilmiah.

Menurut Nasir, kementerian yang ia pimpin sudah menyediakan alokasi anggaran 30% dari total biaya operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) untuk riset yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. (inilah.com)

Tidak ada komentar