Breaking News

Alhamdulillah, Aliran Sungai Citarik Sudah Normal Kembali


BANDUNG – Tim Tanggap Bencana ACT Bandung bersama Taruna Siaga Bencana/Tagana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah/BPBD Kabupaten Bandung, Sabtu (27/2), melakukan aksi normalisasi sungai Citarik

.  
Tim membersihkan tumpukan tanah longsor, akar-akar besar dan batang pohon, yang menghambat aliran sungai Citarik, mengakibatkan banjir bandang di hari sebelumnya.            



Akibat banjir bandang sungai Citarik  pada  Jumat (26/2), sekitar pukul 17.00 WIB  tersebut, puluhan rumah di Kampung Pangauban, Desa Cikancung Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung mengalami kerusakan. Tiga rumah dan satu masjid mengalami rusak berat dihantam arus banjir bandang.



Atep Salman Al-Farisi, Koordinator Aksi Tanggap Bencana-ACT, mengungkapkan Timnya dari pagi hingga sore, berhasil membersihkan longsoran tanah, beserta akar-akar dan batang  pohon besar.



“Alhamdulillah dengan kerja keras Tim dan pertolongan Allah, aksi berjalan dengan lancar, sungai bisa mengalir normal kembali sorenya, sekitar pukul 17.45 WIB,” jelas Atep. 



Sungai Citarik  merupakan anak sungai Citarum, yang mengalir dari hulu sungai di pegunungan Mayang di Kabupaten Sumedang, melintasi daerah timur Kabupaten Bandung, Cicalengka dan sekitarnya. 



H.Endang (63), tokoh masyarakat Kampung Pangauban, yang rumahnya juga ikut terkena hantaman banjir bandang mengungkapkan, longsor tanah beserta  akar-akar dan batang pohon terjadi, karena kurangnya pepohonan yang ditanam di bantaran sungai Citarik.



“Longsor terjadi akibat bantaran sungai di atasnya jarang ditanami pepohonan yang dapat memperkuat tanah dan menahan laju air hujan. Kami  berharap Pemerintah setempat, untuk segera menanam pepohonan disepanjang bantaran sungai tersebut,“pintanya.



Saat ini korban terdampak banjir bandang di Kampung Pangauban, sangat membutuhkan tikar, selimut, logistik (makanan siap saji), personal hygine dan peralatan shalat untuk masjid (ACTnews).[] 

Tidak ada komentar