Cegah Percaloan Kartu, Ini Langkah BPJS Bandung
![]() |
| Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melayani peserta di kantor BPJS Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/6)//antara |
BANDUNG -- Kasus kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum ditemukan di Kota Bandung. Meski demikian, langkah antisipasi mulai dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Kota Bandung.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kantor Utama Bandung Herman Dinata Mihardja mengatakan berencana meluncurkan layanan keliling. Layanan ini diperuntukkan bagi warga untuk mendaftar jaminan kesehatan.
Hal ini dinilai Herman untuk mengantisipasi praktik percaloan dalam membuat kartu BPJS Kesehatan hingga pemalsuan. Seperti yang terjadi pada kasus di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.
"Kita rencanakan mobil layanan keliling membuat kartu BPJS. Seperti SIM keliling. Untuk antisipasi, praktik calo karena masyarakat malas ke kantor pusat BPJS," kata Herman kepada Republika.co.id, Ahad (31/7).
Herman menilai selama ini sebagian masyarakat malas datang ke Kantor BPJS. Terutama yang tinggal di pinggiran kota sehingga menggunakan jasa calo untuk mempermudah. Padahal, ujar dia, menggunakan calo berpeluang besar dipalsukan.
Ia juga mengakui selama ini selain malas ke kantor, warga juga enggan mengantri ketika mendaftar. Karenanya layanan keliling disebutnya bisa menjadi solusi agar masyarakat mau mendaftarkan sendiri karena lebih mudah dan dekat.
"Aspek pelayanan memang masyarakat lebih senang yang lebih mudah dan dekat," ujarnya.
Ia berharap dalam beberapa bulan ke depan layanan ini bisa terealisasi. Layanan mobile ini lebih dikhususkan pada daerah pinggiran Kota Bandung yang jauh dari pusat kota. "Kita akan bahas. Semoga pada triwulan keempat bisa mulai diadakan," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara menyambut baik rencana tersebut. Ahyani menilai program menjemput bola akan lebih mendekatkan kepada masyarakat. Sehingga menekan praltik percaloan.
"Memang saya rasa perlu BPJS mendekatkan pelayanan dengan mobil keliling seperti SIM. Jadi lebih mudah menjangkau masyarakat," kata Ahyani.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak termakan iming-imingan kemudahan dan tarif murah oleh calo. Karena berpotensi disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggungjawab.
Ia meminta masyrakat yang mendaftar lewat orang ketiga untuk mengecek kartu ke fasilitas kesehatan atau kantor BPJS Kesehatan. Sehingga dapat menepis keraguan akan keaslian kartu.
"Lakukan pengecekan bagi peserta yang belum pernah pakai karth atau baru daftar dari pihak ketiga. Tapi juga jangan panik bagi yang sudah pernah berobat pakai kartu BPJS," tuturnya.
sumber:ROL

Tidak ada komentar
Posting Komentar