Rahasia Umur Panjang Budimir Loncar, Dubes Yugo Era 1965
Budimir Loncar adalah satu dari sedikit diplomat yang berperan dalam kelahiran Gerakan Non Blok, yang masih aktif. Loncar adalah saksi mata sejarah perubahan dan kebijakan politik dunia. Ia pernah menjadi utusan khusus Sekjen PBB bidang Gerakan Non Blok di PBB di New York dan Jakarta (1993-1996) dan Menteri Luar Negeri Yugoslavia (1987-1991).
Loncar menjadi salah satu pembicara kunci dalam peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung. Ia berbicara tentang sejarah pembentukan dan perkembangan GNB dan relevansinya dengan dunia sekarang yang sudah banyak berubah.
Tahun 1965-1969, Loncar bertugas sebagai Duta Besar Yugoslavia (sebelum terpecah) untuk Indonesia di Jakarta. "Saya sahabat Soekarno dan Adam Malik. Saya dekat dengan mereka," katanya. "Soekarno adalah pemimpin yang berkharisma dan mengesankan. Tapi kadang-kadang melampaui realitas," ujarnya.
Hubungan Loncar dengan Bung Karno sangat dekat karena terkait hubungan Presiden Yugoslavia (waktu itu) Josef Broz Tito dengan Bung Karno. "Saya ingin menulis buku mengenai Bung Karno. Ada banyak hal yang belum diketahui orang," katanya.
Budimir Loncar enggan menjawab berapa sebenarnya usianya saat ini. Namun diperkirakan usia diplomat itu lebih dari 80 tahun dan mendekati 90 tahun. Seluruh rambutnya sudah memutih. Namun Loncar masih ingat dengan angka-angka ketika menjawab pertanyaan.
Loncar masih sering membaca buku, antara lain buku-buku memoar dan buku yang membahas kepribadian. Ia tinggal di New York bersama istri, dua anak, dan lima cucunya.
Sumber:nasional.kompas.com
Tidak ada komentar
Posting Komentar