Breaking News

Fahri Hamzah: Keberadaan BIL Harus Menjadi Perhatian PKS


LombokTengah, Sumbawanews.com.- Keberadaan Bandara Internasional Lombok (BIL) di Lombok Tengah menjadi perhatian Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Dengan adanya berbagai budaya dan dalam aspek perkembangan perekonomian di Loteng dengan keberadaan Bandara internasional Lombok (BIL) maka kita sangat perlu mengunjungi desa salah satunya adalah Desa Darmaji, Karena saya melihat kepala Desa Darmaji ini merupakan kepala Desa yang unik dan Desa terbaik dan sangat perlu menjadi contoh kita kunjungi, Karena ia pernah menjadi Desa Tauladan, " ungkap H. Fahri Hamzah SE Anggota DPR RI Fraksi PKS saat jumpa pers di Praya, Rabu (9/4) sore.
Fahri yang didampingi oleh H Humaidi ST ketua DPD PKS Loteng dan Supli SH Wakil PKS loteng menjelaskan kalau kita urus diri sendiri sudah beres maka pendapat saya mengurus desa juga pasti beres. Kalu kita tidak sukses skala kecil maka skala besar juga kita tidak akan pernah sukses. "Sukses itu bukan karena ukurannya namun sukses itu adalah bagaimana kita mencerminkan sikap ditengah masyarakat," ungkapnya.
Politisi PKS asal NTB itu bukan sekali melakukan pertemuan dengan masyarakat di NTB, sebelumnya ia melakukan pertemuan dengan 124 kepala desa/lurah di Lombok Timur.
Perkembangan Lombok tengah kedepan dibidang parawisata sangat menunjang. Fahri Hamzah juga mengatakan, kepada Investor BTDC agar segera presfektif pengelolannya untuk pulau Lombok, jangan sampai muncul pikiran di tengah masyarakat bahwa jangan-jangan BTDC enggan untuk mengembangkan Loteng, kemudian jangan-jangan Bali tidak mau tersaingi, soal itu yang harus diselesaikan, jangan biarkan BTDC bertindak sendiri. "Meskipun saya tidak tahu apakah strukturnya komposisi atau tidak," ungkapnya
BTDC harus lebih banyak mendengar suara masyarakat local apalagi penguasaan tanah yang cukup besar, kalau tidak tidak terencana dengan baik, semakin hari semakin naik harga tanah kemudian mentalitasnya hanya untuk borong-borong tanah untuk kemudian menjadi calo tanah, itu yang berbahaya dimasa depan.
"Saya ingin ada pembicaraan yang serius dengan pemerintah kemungkinan pemda pihak yang berkompeten PKPM yang bagaiman tahu betul investasi BTDC itu, Untuk segera melakukan langkah-langkah pembicaraan yang serius jangan sampai BTDC ini menjadi calo Tanah,“ jelas Fahri Hamzah. (Rosidi) (sumbawanews)

Tidak ada komentar