BUDIDAYA JAMUR TIRAM
Ada teknologi yang cukup praktis untuk budidaya jamur tiram Pleurotus sp., yakni tahapan membuat media bibit induk (spawn) dan tahanan memproduksi jamur tiramnya.
Langkah-langkah membuat media bibit induk:
![]() |
| Jamur Tiram/ blogspot.com |
- Bahan medianya berupa biji-bijian atau campuran serbuk gergajian albusia (SKg) ditambah biji millet 1:1
- Bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panic
- Kemudian tiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% CaCl3 (kapur), 1% CaSO4 (gypsum), sedikit vit B kompleks dan atau 15% bekatul, kadar air 45-60% dengan pH=7
- Kemudian masukkan ke dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga, perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat dengan kapas, dibalut koran/aluminium foil.
- Sterilisasi dalam autoclave 121°C tekanan 1 lb selama 2 jam atau pasteurisasi 95°C selama 8 jam pada hari itu juga.
- Setelah suhu turun sampai suhu kamar, lakukan inokulasi bibit asal biakan murni dengan laminar flow satu hari kemudian, sebanyak 2-3 koloni miselium per botol
- Inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi suhu 22-28°C
- Botol isi bibit dikocok tiap hari, dua hingga tiga kali agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal
- Bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata
- Jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat perbanyakan ke-1 dan ke-2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan.

Tidak ada komentar
Posting Komentar