Dai di Banda Aceh dikerahkan ke lokasi rawan maksiat
![]() |
| Ilustrasi (ANTARA/Herry Murdy Hermawan) |
LamHaba_Banda Aceh (ANTARA News) - Pemkot Banda Aceh mengerahkan puluhan dai untuk menyampaikan syiar agama selama bulan suci Ramadhan 1433 Hijriah ke lokasi yang dianggap rawan maksiat di ibu kota Provinsi Aceh itu.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan ada tiga puluh lebih dai yang akan "bergerilya" ke lokasi yang dianggap rawan terjadi pelanggaran terhadap hukum agama.
"Khusus para dai akan dikerahkan ke lokasi-lokasi yang dinilai rawan maksiat, saya berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari seluruh warga," kata Illiza setelah membuka dakwah Ramadhan bagi kaum perempuan di Masjid Al Furqan Gampong (Desa) Beurawe Kecamatan Kuta Alam.
Ia mengatakan program yang difasilitas Dinas Syariat Islam dan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) itu, merupakan kegiatan yang dilaksanakan selama tiga tahun terakhir.
Selain itu, ujarnya, puluhan perempuan pendakwah dari berbagai organisasi islam di kota Banda Aceh juga akan mengunjungi perkampungan penduduk untuk memberikan tambahan ilmu agama terutama kepada para remaja putri dan ibu rumah tangga.
Para remaja dan kalangan ibu rumah tangga diharapkan berpartisipasi pada kegiatan ini agar syariat islam yang telah berlaku di Aceh dapat terlasana dengan kaffah.
"Program ini juga merupakan salah satu upaya mewujudkan kota Banda Aceh yang madani," katanya menambahkan.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan ada tiga puluh lebih dai yang akan "bergerilya" ke lokasi yang dianggap rawan terjadi pelanggaran terhadap hukum agama.
"Khusus para dai akan dikerahkan ke lokasi-lokasi yang dinilai rawan maksiat, saya berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari seluruh warga," kata Illiza setelah membuka dakwah Ramadhan bagi kaum perempuan di Masjid Al Furqan Gampong (Desa) Beurawe Kecamatan Kuta Alam.
Ia mengatakan program yang difasilitas Dinas Syariat Islam dan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) itu, merupakan kegiatan yang dilaksanakan selama tiga tahun terakhir.
Selain itu, ujarnya, puluhan perempuan pendakwah dari berbagai organisasi islam di kota Banda Aceh juga akan mengunjungi perkampungan penduduk untuk memberikan tambahan ilmu agama terutama kepada para remaja putri dan ibu rumah tangga.
Para remaja dan kalangan ibu rumah tangga diharapkan berpartisipasi pada kegiatan ini agar syariat islam yang telah berlaku di Aceh dapat terlasana dengan kaffah.
"Program ini juga merupakan salah satu upaya mewujudkan kota Banda Aceh yang madani," katanya menambahkan.
sumber: antaranews.com

Tidak ada komentar
Posting Komentar