Breaking News

Kemdikbud Akan Selenggarakan Seminar Internasional Budaya dan Tradisi Pasifik

Jakarta --- Upaya mengeratkan banyak bangsa melalui aneka pendekatan seperti politik dan ekonomi telah dilakukan dari waktu ke waktu, seperti ASEAN, APEC, NATO, dan lain-lain. Namun aliansi yang tegas dan kuat berdasarkan budaya dan tradisi merupakan nyaris sulit ditemukan. Padahal pemahaman dan perasaan kesamaan budaya dan tradisi merupakan sesuatu yang sangat asasi dalam membangun aneka hubungan lanjutan seperti hubungan ekonomi. Karena itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memandang perlu mengadakan diskusi tentang “Tradisi dan Budaya Pasifik”.
Diskusi tersebut akan dikemas dalam Seminar Internasional tentang “Tradisi dan Budaya Pasifik”, dan akan diselenggarakan pada 4 Desember 2012 di Manado. Seminar akan dihadiri para pembicara mumpuni, mulai dari tingkat akademisi, budayawan, praktisi, hingga duta besar.
Wakil Mendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan, seminar internasional tersebut akan menjadi kerja sama negara-negara Pasifik yang memiliki kesamaan budaya dan sejarah. “Awalnya, seminar ini menjadi satu kesatuan dengan Sail Morotai, tapi tidak jadi, karena narasumber sulit datang ke sana,” ujarnya saat jumpa pers di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, (28/11).
Ia menambahkan, Indonesia juga akan bekerja sama dengan negara-negara sekutu dalam Perang Dunia II, seperti Amerika, Australia dan Jepang, yang akan menyumbangkan koleksi-koleksinya untuk Museum Perang Dunia II. Museum Perang Dunia II telah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada kegiatan Sail Morotai dua bulan lalu.
Kemdikbud juga akan melakukan grand launching Museum Perang Dunia II  yang rencanaya akan dipindahkan berdekatan dengan Museum Trikora. Meskipun Peristiwa Trikora dan PD II berbeda tanggal dan tahun, yang menarik dari keduanya adalah sama-sama menggunakan Pulau Morotai sebagai pangkalan. Peristiwa PD II jalurnya dari Papua ke Morotai,  sedangkan Trikora dari Morotai ke Papua.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, plt. Dirjen Kebudayaan, Kacung Maridjan mengatakan, kawasan Asia Pasifik memiliki share culture yang sama. “Orang-orangnya juga punya kesamaan etnisitas dan culture. Saya kira dengan kesamaan ini, pemikiran kita adalah melakukan kerja sama. Pintu kebudayaan adalah pintu utamanya,” tuturnya.
Seminar Internasional “Tradisi dan Budaya Pasifik” yang akan berlangsung selama satu hari tersebut dibagi menjadi tiga sesi diskusi. Sesi pertama bertema “Perkembangan Politik dan Kerja Sama Indonesia-Pasifik”, sesi kedua bertema “Pemahaman Budaya dan Tradisi Indonesia dan Pasifik”, dan sesi ketiga bertema “Kerja Sama Budaya yang Berdampak Positif Bagi Masyarakat”
 
Sumber :kemdiknas.go.id

Tidak ada komentar