Breaking News

Mentan Lepas Ekspor Perdana Manggis ke Australia

ilustrasi/manggis/bisnisukm.com
TANGERANG- Mengakhiri bulan November, buah Manggis Indonesia akhirnya menembus pasar ekspor Australia. Ekspor perdana telah dilepas Mentan Suswono di Tangerang, Selasa (27/11). Sukses mengekspor buah manggis, kini Indonesia siap berancang-ancang mengekaspor buah lain membanjiri Australia.

"Kita sudah punya benchmark akses pasar manggis ke Australia. Ini modal buat masuk buah yang lain" ujar Menteri Pertanian, Suswono saat menyaksikan ekspor perdana buah Manggis ke Australia, Selasa (27/11).

Menurutnya, Indonesia memiliki buah tropis yang belum bisa diungguli negara lain. Dengan demikian memberikan prospek yang bagus untuk penetrasi pasar secara luas. "Semoga buah salak dapat diekspor ke Australi menyusul manggis," terangnya.

Suswono menambahkan untuk kelancaran ekspor ke Australia, dirinya mengaku sudah melakukan proses negosiasi. Harapanya buah Salak dan Mangga dapat masuk ke Australia.

Sementara untuk meningkatkan kualitas, maka harus memperhatikan kesehatan buah. Apalagi untuk buah yang akan diekspor.

Menurut Dirjen Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan, Banun Harpini, Indonesia siap memenuhi standar kualitas kesehatan buah. "Apalagi ini merupakan standar internasional. Dan kesehatan buah merupakan keamanan tersendiri buat dikonsumsi," katanya dilansir inilah.

Menurut dia, jika kesehatan buah baik akan meningkatkan peluang ekspor. Hal ini tidak hanya menguntungkan pengusaha melainkan petani buah. "Kita akan memperbaiki budidaya buah dan mengikuti prosesnya sampai panen," katanya dilansir inilah.

Pada tahun 2011, produksi manggis nasional mencapai 117.600 ton dengan jumlah ekspor manggis mencapai 12.600 ton dengan nilai 9,9 juta dollar AS (Rp 94 miliar, dengan pangsa pasar utama adalah Hong Kong. Selain itu, manggis juga diekspor ke Cina, Singapura, Malaysia dan Timur Tengah.
Manggis merupakan salah satu komoditas buah Indonesia sebagai promadona ekspor yang menjadi andalan Indonesia untuk meningkat pendapatan devisa Negara, karena manggis di luar negeri dijuluki dengan �Queen of the Tropical Fruits� yang merupakan refleksi perpaduan dari rasa asam dan manis yang tidak dipunyai oleh komoditas buah-buahan lainnya. Buah manggis yang diperdagangkan pada pasar luar negeri (ekspor) sebagian besar berasal dari kebun rakyat yang belum terpelihara secara baik dan sistem produksinya masih tergantung pada alam (tradisional). Meskipun penanganan budidaya dan pascapanen yang seadanya, ternyata Manggis Indonesia mampu melakukan ekspor dalam jumlah yang cukup besar, bahkan bisa bersaing dengan manggis Negara lain. Berdasarkan data, volume ekspor manggis Indonesia dari tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan dari 6,9 ribu ton pada tahun 2003 meningkat menjadi 7,2 ribu ton pada tahun 2003. Dengan pangsa pasar utama adalah Taiwan dan Hongkong. 

Secara nasional, produksi manggis terus mengalami peningkatan dari 62 ribu ton pada tahun 2002 menjadi 79 ribu ton pada tahun 2003 atau meningkat sekitar 15 persen. Peningkatan produksi ini ternyata tidak diikuti oleh peningkatan mutu buah manggis yang dihasilkan di Sentra Produksi Utama. Rendahnya mutu buah manggis yang dihasilkan disebabkan karena pengolahan kebun manggis rakyat yang belum terpelihara secara baik. 

Manggis yang diekspor umumnya berasal dari daerah penghasil utama di Sentra Produksi manggis, seperti: Tasikmalaya, Purwakarta, Bogor, Sukabumi, Lampung, Kampar, Purwerejo, Blitung, Lahat, Tapanuli Selatan, Limapuluh Kota, Padang Pariaman, Trenggalek, Blitar, dan Banyuwangi. 

Upaya untuk meningkatkan mutu manggis di Indonesia, sekarang sedang digiatkan dalam peremajaan kebun manggis hutan menjadi bentuk kebun dan pengembangan kebun manggis percontohan di sentra produksi utama terutama di Kabupaten Bogor, Limapuluh Kota, dan Tasikmalaya.
[deptan.go.id]

Tidak ada komentar