Wamendikbud: Ke Depan, Kelulusan Pakai Nilai UN 100 Persen
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim | KOMPAS. com/Indra Akuntono
JAKARTA, Wakil Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, Ujian Nasional
(UN) harus dilaksanakan. Menurutnya, UN adalah sebuah sistem untuk
mengukur standar dalam memajukan pendidikan nasional.
Saat
menutup Konvensi Ujian Nasional, di Gedung Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, Jumat (27/9/2013), Musliar mengatakan bahwa dalam konvensi
mencuat berbagai usulan untuk meningkatkan ambang batas kelulusan. Dari
waktu ke waktu, menurutnya, standar kelulusan harus ditingkatkan sejalan
dengan niat meningkatkan kualitas pendidikan melalui lulusannya.
"Saya
mengikuti diskusi konvensi, ada yang mengusulkan kelulusan 70:30, ada
yang 60:40. Suatu hari kelulusan akan menggunakan nilai ujian sekolah
100 persen, dan ujian nasional 100 persen," kata Musliar, Jumat
(27/9/2013).
Menurut Musliar, hal itu bisa di lakukan secara
bertahap. Secara berkala, standar kelulusan harus ditingkatkan untuk
menjamin kualitas lulusannya.
"Kalau mau meningkatkan kualitas, kita harus punya ukuran, kalau tidak begitu, tak ada gunanya," ujarnya.
Konvensi
UN yang berlangsung pada 26-27 September 2013 dirancang oleh
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Acara ini menghadirkan para
pegiat pendidikan untuk bersama-sama menentukan format UN terbaik pada
pelaksanaan UN tahun ajaran ini.
Kemdikbud sudah menggelar
Pra-Konvensi UN di tiga kota di Indonesia, yakni Denpasar, Medan, dan
Makassar. Ketiga kota itu dipilih dimaksudkan untuk mewakili Indonesia
bagian tengah, Indonesia bagian barat, serta Indonesia bagian timur.
Pra-Konvensi dari masing-masing daerah membawa usulan manajemen UN,
terutama tentang persentase nilai kelulusan. Diusulkan juga masalah
pencetakan serta distribusi soal UN, apakah akan dipusatkan atau
dilaksanakan di masing-masing provinsi.
Sumber : kompas.com
Tidak ada komentar
Posting Komentar